DetikNews
Jumat 06 Juli 2018, 14:56 WIB

Pesan Generasi Mandiri dari Deklarasi Himapindo Malang

Idham Kholid - detikNews
Pesan Generasi Mandiri dari Deklarasi Himapindo Malang Foto: Deklarasi Himapindo/Dok Himapindo
Malang - Mahasiswa se-Malang Raya, Jawa Timur, mendeklarasikan Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo). Mahasiswa diharapkan bisa membentuk karakter mandiri melalui perkumpulan ini.

Hadirnya Himapindo disambut antusias oleh seluruh mahasiswa untuk menjadi pengusaha sebelum sarjana. Ketua Umum Himapindo Budiyanto mengatakan menjadi pengusaha bukan hal yang sulit. Menjadi sarjana jauh lebih sulit.

"Salah satu caranya sering-seringlah berkumpul dengan pengusaha agar mindset-nya juga tertanam jiwa wirausaha dan Himapindo berkomitmen dan berkonsentrasi dalam membentuk karakter mahasiswa dalam hal kewirausahaan," kata Budiyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (6/7/2018).


Budiyanto menuturkan ada tujuh komponen yang akan dikombinasikan oleh Himapindo sebagai mitra jaringan kerja sama. Di antaranya mahasiswa, kampus, pengusaha, notaris, perbankan, pemerintah pusat/daerah, dan konsultan pajak/keuangan.

"Tidak ada pilihan terbaik bagi mahasiswa saat ini kecuali mempersiapkan diri menjadi pengusaha," ujarnya.

Sementara, Sekertaris Jenderal Himapindo Eenk Heryono mengatakan anak muda di era milenial mempunyai tanggung jawab sejarah untuk membuat bangsa dan negara mandiri dan berdaulat dalam bidang ekonomi. Sebab, pemuda saat ini diprediksi menjadi generasi emas.

"Maka kita harus mampu menjadi bonus demografi yang produktik bukan malah menjadi ancaman demografi karena menjadi sumber daya pasif," ucap Eenk.

Menurut, Wakil Ketua 1 yang membawahi Wilayah Jateng, Jogja dan Jatim, Eko Prasetio Supon pengembangan Himapindo di wilayah Jatim dan sekitarnya mutlak dilakukan. Karena akan menjadi energi tambahan bagi mahasiswa untuk pengayaan wawasan dan penambahan ilmu teknis praktis kewirausahaan.

"Tentu setiap zaman ada tantangannya masing-masing. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia anak muda selalu memegang peranan penting untuk mencatatkan dirinya dalam tinta emas sejarah bangsa dan negara," ujarnya.

Dia mencontohkan, pada tahun 1928 anak muda berkumpul untuk mempersatukan bangsa yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. Tahun 1945, anak muda memaksa golongan tua untuk segera memerdekakan dari penjajahan.

Sementara pada tahun 1998, anak muda kembali lagi bersatu untuk menyambut era reformasi. Setelah 20 tahun reformasi, menurutnya, Indonesia kembali diuji oleh keadaan golden era.

"Pertanyaannya mampukah anak muda di era milenial ini bisa mencatatkan dirinya dalam tinta emas sejarah bangsa seperti halnya yang telah dilakukan anak muda-anak muda di era sebelumnya?" katanya.

Deklarasi itu dilakukan di Malang, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018). Deklarasi ini dihadiri perwakilan mahasiswa dari 16 perguruan tinggi se-Malang Raya mulai dari Univ Brawijaya, Univ Negeri Malang, Univ. Islam Negeri Maliki, Univ. Muhammadiyah Malang, Univ. Islam Malang, Univ. Kanjuruhan Malang, Univ. Merdeka Malang, Univ Tri Tungga Dewi Malang, Univ. Gajayana, IKIP Budi Utomo, Univ Ma Chung, Univ. Widya Karya, Univ. Widiyagama, Univ. Raden Saleh, Institut Teknologi Nasional ITN, dan STIE Asia.
(idh/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed