LIPI Temukan Katak dan Cicak Jenis Baru!

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 06 Jul 2018 11:08 WIB
Katak berkepala lancip. Foto: EN Smith (dok LIPI)
Jakarta - Keragaman fauna Indonesia semakin bertambah dengan ditemukannya jenis fauna baru. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan katak dan cicak yang dipastikan merupakan jenis baru.

"Jadi ini prosesnya lama dan dilakukan di waktu yang berbeda. Hanya saja untuk memastikan kalau ini jenis baru sehingga harus melalui prosedur-prosedur panjang," kata peneliti biologi LIPI Amir Hamidy saat berbincang dengan detikcom, Kamis (5/7/2018).



Katak yang diidentifikasi sebagai jenis baru ini sebenarnya sudah banyak ditangkap warga untuk dipelihara. Bentuknya yang unik membuatnya banyak dipelihara warga. Namun selama ini belum dikenali secara ilmiah.

"Nah, katak ini kan sudah sering diperdagangkan, para penggemar katak memang suka untuk jenis katak itu, moncongnya lancip," papar Amir.

Katak jenis baru itu diberi nama ilmiah Megophrys lancip, karena moncongnya yang lancip. Sebelumnya banyak yang tak menyadari jika katak tersebut jenis baru, akhirnya LIPI pun melakukan eksplorasi pada tahun 2013.

"Katak ini ditemukannya di Ngarip, di desa kecil kawasan Lampung, kaki Bukit Barisan Selatan, di situ banyak kebun kopi," tutur Amir.

Bentuk katak ini menyerupai serasah atau sampah organik, kata Amir. Sehingga perlu ketelitian untuk mencarinya.



"Mirip-mirip serasah. Nah, awalnya kita menduga biasa ada jenis itu yang memang ada juga di Jawa dan Sumatera. Awalnya biasa saja, setelah kita tes DNA rupanya beda. Akhirnya kita melakukan ekspedisi bersama," ungkap Amir.

Sebelum meneliti katak tersebut, LIPI tengah melakukan ekspedisi di Tanah Jampaea, Sulawesi Selatan. Di sana mereka meneliti keberadaan cicak yang jarinya melengkung, berbeda dengan cicak rumahan.

Cicak berjari lengkung.Cicak berjari lengkung. Foto: JA McGuire (dok. LIPI)


"Kalau yang cicak ini lama, tahun 2005 kita ekspedisi antara LIPI kemudian UC Barkeley. Ekspedisinya itu ke Sulsel, tapi ke Tanah Jampaea, di selatan Selayar," ujar Amir.

Pulau tersebut menurut Amir terisolir dari pulau lainnya. Sehingga diperkirakan, fauna yang ada pun asli dari pulau tersebut.

"Cicak jari lengkung ini kita namakan genus tersendiri, beda dengan cicak rumah. Paling bisa dilihat dari grup ini adalah jari kaki dan tangannya nggak ada lamela," kata Amir.

Lamela merupakan bagian di kaki cicak yang menggelembung, fungsinya untuk menempel di lapisan halus. Sementara cicak jenis baru ini memiliki jari yang tampak lebih panjang dan melengkung-lengkung.

Cicak jari lengkung tersebut pun Cicak itu diberi nama ilmiah Cyrtodactylus tanahjampaea. Cicak itu tetap bisa mengeluarkan suara, namun tidak sekencang tokek. (bag/fjp)