KPI Bantah Studi Banding ke LN

KPI Bantah Studi Banding ke LN

- detikNews
Selasa, 26 Jul 2005 12:54 WIB
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) membantah akan mengadakan kunjungan ke luar negeri dengan biaya Rp 3,547 miliar yang diambil dari anggaran tahun 2005. Kunjungan ke luar negeri hanya akan dilakukan oleh staf KPI. Itu pun hanya menelan dana Rp 860 juta."Untuk dana Rp 3,5 miliar itu bukan untuk studi banding. Tetapi itu dana program peningkatan mutu siaran. Itu pun belum pasti turun dananya," kata anggota KPI Bimo Sekundatmo kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (26/7/2005).Sebelumnya, Senin (25/7/2005) anggota Komisi I DPR Djoko Susilo mengungkapkan KPI dalam pengajuan anggaran tahun 2006, merencanakan program peningkatan kualitas pelayanan informasi publik dengan melakukan studi banding ke sembilan negara dengan menghabiskan dana sekitar Rp 3,547 miliar. Sembilan negara yang akan dikunjungi adalah Jerman, Inggris, Afrika Selatan, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Australia, Hong Kong dan Prancis.Mendapat tudingan tersebut, Bimo menjelaskan, kunjungan ke luar negeri hanya akan dilakukan oleh sekretariat KPI, itu pun hanya ke Malaysia dan Korea Selatan. "Itu bukan studi banding, melainkan perundingan dan konferensi," ujar Bimo.Bimo menambahkan, sampai saat ini belum ada anggota KPI yang pergi ke luar negeri meskipun ada anggaran untuk pergi ke AS. KPI memutuskan tidak berangkat karena ada priotitas di dalam negeri. "Masih banyak persoalan di dalam negeri yang perlu diselesaikan. Jadi kita putuskan tidak ke luar negeri," ujarnya.Anggaran KPI selama satu tahun sebesar Rp 15 miliar. "Dana itu kalau dibandingkan dengan biaya perjalanan anggota DPR tidak ada apa-apanya. Padahal untuk satu tahun," imbuh Bimo. (jon/)


Berita Terkait