detikNews
Kamis 05 Juli 2018, 19:14 WIB

Curhat Pedagang Martabak Jika Susu Kental Manis Disetop Sementara

Peti - detikNews
Curhat Pedagang Martabak Jika Susu Kental Manis Disetop Sementara Pedagang martabak manis menuangkan susu kental manis (Peti/detikcom)
Jakarta - DPR mengusulkan susu kental manis untuk sementara tidak dijual hingga ada penjelasan dari produsen. Usulan ini bikin pedagang martabak, yang juga menggunakan susu kental manis, kebingungan.

Seorang pedagang martabak bernama Purbadi (45) setiap hari bisa menghabiskan hampir 100 kaleng susu kental manis untuk menyajikan martabak manis. Sudah 7 tahun berjualan, Purbadi bingung bila tidak bisa lagi menggunakan produk itu.

"Kalau memang (kental manis) disetop, ya saya kebingungan. Kan memang sudah ciri khasnya martabak ini pakai susu," kata Purbadi, yang berdagang di Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2018).



Jika penjualan susu kental manis disetop, madu bisa menjadi alternatif penggantinya. Namun Purbadi khawatir pelanggan tidak akan suka.

"Ya seumpama diberhentikan, ya ribet. Customer-nya kasihan, biasanya pakai susu. Memang sih bisa pakai madu, tapi kan customer-nya yang nggak suka karena enakan pakai susu," lanjutnya.

Pedagang martabak manis memakai susu kental manis / Pedagang martabak manis memakai susu kental manis. (Peti/detikcom)

Hal senada disampaikan pedagang martabak lainnya, Abdul (21). Menurutnya, ciri khas martabak manis akan hilang bila tak pakai susu kental manis.

"Ya nggak enak. Nggak manis karena ciri khasnya martabak itu pakai susu," ujar Abdul.

Pedagang martabak manis / Pedagang martabak manis (Peti/detikcom)

Bukan hanya pedagang martabak, penjual jus juga kerepotan bila penjualan susu kental manis dihentikan sementara. Jus buah maupun es buah biasanya juga memakai susu kental manis.

"Masak nanti es buah pakai susu bubuk? Ya enakan pakai susu kental manis," ujar penjual jus bernama Riana.


Ilustrasi susu kental manis di es buah / Ilustrasi susu kental manis di es buah (Foto: dok. iStock)

Sebelumnya diberitakan, Komisi IX DPR, yang membidangi kesehatan, mendesak produsen susu kental manis memberi penjelasan soal kandungan produknya. Sebelum ada penjelasan, penjualan susu kental manis diminta dihentikan sementara.

"Sebelum ada kejelasan soal produk tersebut, sebaiknya penjualannya dihentikan sementara. Sebab, di dalam kemasan itu secara eksplisit masih tertulis susu kental manis. Kalau memang tidak mengandung susu seperti temuan BPOM, tentu tidak layak dipasarkan dengan label seperti itu," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Kamis (5/7/2018).


Tonton juga: Heboh soal Kental Manis, Ini Tanggapan Masyarakat

[Gambas:Video 20detik]


(imk/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com