DetikNews
Rabu 04 Juli 2018, 23:22 WIB

Komisi V Cecar Dirjen Hubla soal Penanganan Kecelakaan Kapal Laut

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Komisi V Cecar Dirjen Hubla soal Penanganan Kecelakaan Kapal Laut RDP Komisi V dengan Dirjen Hubla dan Hubdar (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom)
Jakarta - Kecelakaan kapal yang terjadi belakangan ini mendapat sorotan dari Komisi V DPR RI. Sejumlah fraksi mencecar Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Agus Purnomo terkait penanganan kecelakaan transportasi laut di Indonesia.

Anggota Komisi V dari Fraksi Golkar Hamka B Kady mengaku sudah sejak dua tahun lalu meminta Kementerian Perhubungan lebih serius memperhatikan transportasi laut di Indonesia, khususnya di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, yang merupakan daerah pemilihannya.

"Saya sudah teriak di sini, tolong kapal perintis, karena satu-satunya yang menghubungkan ke sana kapal. Saya pernah naik ke kapal yang dikatakan tadi," ujar Hamka saat rapat dengar pendapat di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/7/2018).


Hamka bahkan sempat emosional dengan penjelasan yang disampaikan Agus sebelumnya. Hamka menilai penjelasan tersebut seolah-olah Agus menyederhanakan masalah tenggelamnya kapal itu.

Pada awal rapat, Agus memang diminta mengklarifikasi dan menjelaskan insiden kecelakaan KM Lestari Maju oleh pimpinan rapat. Agus menjelaskan kapal sengaja dikandaskan nakhoda untuk memudahkan evakuasi penumpang dan menyelamatkan kapal.

"Kapal itu dikandaskan oleh nakhoda untuk menghindari tenggelam itu kapal. Memang ganas itu lautan di sana, tapi kita harusnya bisa antisipasi. Saya sudah teriak di sini, tolong kapal perintis, karena satu-satunya yang menghubungkan ke sana kapal," ujar Hamka.

"Rakyat di sana miskin. Satu-satunya angkutan di sana hanya itu. Ini miris benar. Saya sedih karena saya sudah teriak di sini. Ini saya kira saya tidak mau bahas lagi anggaran. Rakyat sudah penuh dengan penderitaan, kapal perintis mana untuk orang timur sana. Omong kosong semua, kalau tidak bisa, katakan. Mohon maaf. Saya berharap ini pelajaran untuk kita semua," lanjutnya.


Selain Golkar, Fraksi PDIP menilai kecelakaan kapal di Indonesia disebabkan oleh kurangnya koordinasi dan keteledoran dari pihak penyedia jasa angkutan. Kemenhub diminta lebih memperhatikan masalah keselamatan transportasi laut.

"Dari kecelakaan yang ada, saya yakin itu bukan takdir, tapi karena keteledoran, human error, overload. Saya melihat ada suatu bahaya. Keselamatan penumpang ini perlu kita perhatikan," kata anggota Dewan dari Fraksi PDIP Henky Kurniadi.


Atas sikap dari sejumlah fraksi di Komisi V itu, Ketua Komisi V dari Fraksi Gerindra, Fary Djemy Francis meminta Dirjen Hubla mencari terobosan agar kecelakaan tak terus terulang. Dia juga meminta Agus kembali menyusun program-program yang berkaitan dengan keselamatan laut pada anggaran tahun 2019.

"Mungkin Pak Dirjen bisa susun lagi program soal safety agar persoalan ini tidak berulang. Kita sepakat dulu anggaran itu ujungnya safety dan security," tutup Fary.
(mae/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed