"Harapan kami tidak ada terjadi yang namanya money politics. Saya kira itu harapan kami pada temen-temen NasDem," kata Ketua Bawaslu Abhan, di Kantor DPP NasDem, Jl R P Seorose, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2018).
Baca juga: Bawaslu Temui NasDem Bahas Standar Caleg |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan penyelenggara dalam pencalonan semua bisa memenuhi syarat dan yang diusung NasDem, orang yang amanah tidak dan punya masalah hukum," ujar Abhan.
"UU pemilu sudah menjelaskan syarat agar tidak mencalonkan mantan napi narkoba, teroris dan kejahatan seksual. Kami sampaikan himbauan moral napi koruptor juga yang harus kita dukung untuk tidak menyalonkan napi koruptor," sambungnya.
Sementara itu Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengucapkan terimakasi atas kedatangan Bawaslu. Ia mengatakan Partai NasDem telah menjalankan politik tanpa mahar dengan sungguh-sungguh.
"Saya terimakasi ketua dan kawan-kawan dari Bawaslu yang memberikan penjelasan awal terkait pemilu. Menurut saya money politics tuh ada dimana-mana Pak, saya jujur tidak ada yang bebas dari money politics. Politik tanpa mahar dijalankan dengan NasDem dengan sungguh-sungguh. Ujar Surya.
Selaian itu ia juga mengatakan NasDem tidak akan mencalonkan eks napi korupsi. Menurutnya NasDem telah memiliki kesadaran untuk memajukan Indonesia.
"Mantan nara pidana namanya juga sudah dihimbau ya kita juga gak bangga lah mencalonkan (eks napi korupsi). Harapanya diterima sepenuhnya. Bapak gak perlu himbau sama NasDem karena timbul kesadaran, kita mau Indonesia berubah Indonesia kuat," ujar Paloh.
Pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan 8 poin pakta integritas bagi NasDem, yang berisi tidak mencalonkan eks napi korupsi. Pakta Integritas ini ditandatangani oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Sekjen NasDem Jhonny G Platte. (rvk/dnu)











































