"Tidak takut. Ya kan jauh dengan terdampak erupsi," ujar Ni Kadek Sumi (18), warga Desa Rendang, Karangasem, kepada detikcom di pos pengamatan Karangasem, Bali, Rabu (4/7/2018).
Kondisi Gunung Agung pada Selasa (4/7). (Ardian/detikcom) |
Sumi bersama 6 rekannya yang lain sudah terbiasa bermain di sekitar lereng Gunung Agung. Namun, untuk saat ini, dia hanya bisa melihat gunung tersebut dari Pos Pengamatan Gunung Api, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak.
Baca juga: Kondisi Gunung Agung Masih Rawan Erupsi |
"Kalau dulu malah lebih dekat. Untuk saat ini jauh saja sudah kelihatan. Lebih unik lagi kalau ada erupsinya. Kalau malam bagus bisa kelihatan. Kalau siang gini cuma abu," tambahnya.
Lain lagi dengan Nyoman Nuarta. Bersama dua temannya, dia sengaja mampir di pos pengamatan Gunung Agung ini untuk berdoa.
Baca juga: Gunung Agung Kembali Erupsi Siang Ini |
"Kami hanya ingin Gunung Agung tidak berbahaya bagi kami. Semoga Sang Hyang Widi menerima doa kami," tambahnya.
Saat ini PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan di sekitar Gunung Agung tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya. Area yang dimaksud adalah seluruh area di radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung. (rvk/asp)












































Kondisi Gunung Agung pada Selasa (4/7). (Ardian/detikcom)