Pedagang Ayam Jogya Tak Terpengaruh Flu Burung
Selasa, 26 Jul 2005 05:38 WIB
Yogyakarta - Para pedagang ayam kampung di Yogyakarta tidak terpengaruh wabah flu burung yang melanda beberapa daerah saat ini. Mereka mengaku permintaan tetap stabil, bahkan ada yang mampu mengirimkan 700 hingga 1.500 ekor ayam kampung ke Jakarta, Semarang, Solo dan Surabaya setiap tiga hari sekali."Meski ada flu burung, bisnis tetap jalan. Kami tetap mengirim ayam kampung ke restoran-restoran di Yogyakarta, Solo maupun di Jakarta setiap tiga hari sekali," kata Sujito, pedagang ayam di Pasar Terban Yogyakarta kepada detikcom, Selasa (26/7/2005).Sujito menjamin ayam kampung yang dijualnya dijamin sehat dan tidak ada yang terkena penyakit seperti flu burung ataupun virus ND. Sebab bila ketahuan ayam-ayam yang dikirimkan ke sejumlah restoran di kota-kota lain, pasti akan ditolak dan hubungan bisnis bisa terputus."Semua ayam yang kami jual kondisinya sehat semua, tak ada yang pileren (sakit-red). Kami tak mau berisiko, gara-gara menyetor ayam pileren, bisnis kami nanti malah kacau. Orang tak percaya lagi," kata Sujito yang mengaku telah berdagang ayam kampung selama 25 tahun itu.Selain menyetor di sejumlah restoran-restoran di luar Yogya, Sujito juga menyetor kepada pedagang ayam goreng dan gudheg yang ada di kota Yogyakarta. Setiap hari mampu menjual sekitar 100 ekor ayam yang kampung yang sebagian besar berasal dari peternak ayam buras (bukan ras) dari Gunung Kidul, Klaten, Bantul dan Kulon Progo.Ayam kampung yang berasal dari para pengepul atau pedagang yang akan disetorkan kepadanya dijamin harus sehat. Sebab bila ketahuan tidak sehat, dirinya tidak akan menerima atau mau membelinya. Bila ada yang pileren akan langsung ditolak, sebab bila ikut dikirimkan ayamnya malah bisa sakit semua. Selama ada wabah flu burung ini, ribuan ayam miliknya yang akan dikirim ke luar daerah juga mendapat pengawasan ketat dari sub dinas Kehewanan Dinas Pertanian dan Kehewanan Kota Yogyakarta. Selama dua minggu hingga hari ini, petugas terus melakukan pemeriksaan terhadap ayam yang akan dipotong dan dijual di Pasar Terban.
(mar/)











































