Flu Burung Merebak, Rumah Makan Padang Pun Kurangi Jual Ayam
Selasa, 26 Jul 2005 00:29 WIB
Jakarta - Wabah flu burung ternyata berimbas ke segala bidang. Sejumlah rumah makan (RM) Padang kini mengurangi penjualan daging ayam yang menjadi ciri khas dagangannya.Nampaknya para pencinta masakan Padang akan mulai kesulitan mengkonsumsi ayam balado, gulai ayam, maupun ayam pop di RM Padang. Sejumlah RM khas Sumatera Barat itu mengurangi pesanan ayam dari penjual daging ayam potong."Biasanya rumah makan Padang dan warung nasi lainnya rata-rata beli 10 ekor ayam per hari. Setelah merebaknya wabah flu burung, sekarang paling permintaan mereka hanya lima ekor saja," kata Wito (30), pedagang ayam yang ditemui detikcom di kiosnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2005).Wito mengaku, puluhan RM Padang di Jakarta telah menjadi langganannya selama tiga tahun terakhir. Namun sejak satu bulan ini, permintaan ayam dari RM Padang menurun drastis hingga 60 persen."Saya biasanya jual ayam hidup sehari kurang lebih 100 ekor. Tapi sekarang paling banyak cuma 50 ekor. Pasokan dan harga ayam memang tetap stabil, tapi pemasukan saya berkurang. Padahal saya kan harus tetap bayar karyawan setiap hari," keluh Wito.Sementara itu, sejumlah pembeli yang ditemui detikcom di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, menyatakan, mereka mengurangi konsumsi daging ayam karena adanya wabah flu burung."Saya sekarang lebih sering beli ikan daripada ayam, karena takut tertular flu burung. Saya sih cari aman saja," ujar Dewi, seorang pembeli asal Cijantung.
(fab/)











































