Atasi Flu Burung, Deptan Minta Tambahan Dana Rp 85 Miliar
Senin, 25 Jul 2005 21:48 WIB
Jakarta - Departemen Pertanian membutuhkan tambahan dana sedikitnya Rp 85 miliar bagi operasi pemusnahan dan penggantian hewan ternak. Operasi itu untuk mencegah penularan virus flu burung di seluruh Indonesia. "Ini baru perkiraan sementara. Staf kami belum selesai menghitung," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono usai rapat kabinet terbatas malam ini di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (25/7/2005).Dana tersebut merupakan tambahan terhadap anggaran dana tanggap darurat yang ada, yakni sebesar Rp 104 miliar. Karena masih harus dibagi dengan penanganan bencana pertanian lainnya, maka paling banyak, hanya 50 persen yang dapat dipakai untuk penanggulangan virus flu burung.Sebelumnya, Deptan dan Depkes sempat mengajukan anggaran mencapai Rp 800 miliar. Anggaran sebesar itu diperlukan bila penanggulangan dilakukan sesuai rencana awal, yakni pemusnahan peternakan terkontaminasi dan seluruh ternak dalam radius tiga kilometer di sekitarnya.Tetapi ternyata di lapangan, rencana tersebut sangat sulit diaplikasikan akibat dampak sosial dan ekonomi yang mungkin akan timbul. Sebab selain unggas di peternakan, juga ada yang dipelihara di rumah dan dijual pasar.Sebagai alternatifnya, pemusnahan akan dilakukan secara selektif. Yakni sebatas pada ternak yang positif telah tertular saja. Sementara hewan lainnya berikut peralatan yang potensial tertular dilakukan vaksinasi dan dekontaminasi. "Ini dibarengi dengan terus mengawasi secara ketat terhadap pemasukan dan pengeluaran unggas hidup dan telur serta limbah peternakan bersangkutan," katanya."Metode ini lebih murah dari segala sisi, tapi punya efek yang lebih kurang sama dengan pemusnahan massal," yakin Anton.
(mar/)











































