Aksi Telanjang di Sidoarjo
Senin, 25 Jul 2005 17:53 WIB
Sidoarjo - Orang Indonesia semakin 'berani'. Agar aspirasinya dikabulkan, sekelompok massa melakukan aksi unjuk rasa dengan cara telanjang badan di Sidoarjo, Jawa Timur. Aksi ini digelar di depan kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jl. Cemengkalang, Sidoarjo, Senin (25/7/2005). Aksi tidak membuat suasana terlalu heboh, karena para pengunjuk rasa yang hanya menyisakan celana dalamnya ini semuanya laki-laki. Seorang di antara mereka tampak mengenakan popok bayi. Massa menamakan diri Pemuda Satu Kedaulatan Rakyat Sidoarjo. Mereka melakukan long march sepanjang sekitar satu kilometer menuju KPUD Sidoarjo. Menurut koordinator aksi, Haris, aksi telanjang ini dilakukan sebagai gambaran bahwa calon bupati yang masuk daftar hitam tidak punya rasa malu. Sebab, salah satu calon bupati itu diduga terlibat sejumlah kasus korupsi, antara lain penyelewengan APBD kasus pasar Jemundo, kasus tender rumah sakit, kasus proyek penerangan jalan umum dan beberapa kasus lainnya.Sesampainya di depan kantor KPUD Sidoarjo, pengunjukrasa menyerahkan surat pada ketua KPUD, Bima Aries Dwiyanto. Surat itu berisi pertanyaan pada KPUD seputar para calon bupati yang masuk daftar hitam. Setelah melakukan aksi telanjang, mereka melanjutkan aksinya dengan melakukan orasi sambil membawa poster berisikan seruan agar rakyat tidak memilih calon bupati bermasalah itu. Seperti diketahui, KPUD Sidoarjo sudah menetapkan tiga pasangan calon bupati Sidoarjo. Mereka adalah pasangan Win Hendrarso dan Saiful Ilah yang juga pasangan bupati dan wakil bupati saat ini. Pasangan kedua adalah Sjamsu Bahari dan Fatimah Toha Assegaff serta pasangan Achmad Nadhim Amir dan Salam.
(asy/)











































