detikNews
Rabu 04 Juli 2018, 08:10 WIB

Buka-bukaan Luhut soal Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Buka-bukaan Luhut soal Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan Luhut bertemu dengan keluarga korban KM Sinar Bangun. (Facebook)
Jakarta - Operasi SAR nasional terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bangun VI di Danau Toba, Sumatera Utara, resmi ditutup. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal alasannya.

Penjelasan Luhut itu disampaikan kepada keluarga korban saat bertemu pada Senin (2/7/2018). Luhut lalu mengungkapkannya kembali lewat unggahan Facebook.



Tentang pencarian korban ini, Luhut mengungkit peristiwa jatuhnya pesawat Airbus A320 AirAsia QZ8501 di Selat Karimata pada 2014. Saat itu, jenazah korban sudah tidak utuh lagi.

Berangkat dari peristiwa itu, Luhut tidak ingin keluarga korban KM Sinar Bangun mendapat pengalaman menyakitkan yang sama saat mendapati kenyataan soal jenazah keluarga mereka. Dia juga memaparkan analisis ahli soal berbagai kemungkinan saat jenazah ataupun kapal diangkat.


Simak Juga: Cerita Detik-detik Tenggelamnya KM Sinar Bangun

[Gambas:Video 20detik]



Luhut juga bicara soal proses pengusutan kecelakaan ini. Dia sudah menerima hasil temuan KNKT yang berisi 24 pelanggaran terkait KM Sinar Bangun. Dia meminta kasus ini diusut tuntas.

Berikut ini penjelasan lengkap Luhut soal jenazah korban KM Sina Bangun yang tidak diangkat:

Kemarin memang saya merasa harus berangkat ke Danau Toba untuk bertemu langsung keluarga korban KM Sinar Bangun. Saya hanya ingin ada bersama mereka di masa-masa sulit. Karena saya tahu apa rasanya kehilangan.

Saya ingat betul ketika dulu melihat kondisi para korban jatuhnya pesawat Airbus A320 AirAsia QZ8501 di Selat Karimata pada 2014. Jasad mereka sudah tidak utuh ketika diangkat. Ada badan tanpa kepala, ada sepotong tangan, ada juga potongan-potongan tubuh lainnya berserakan. Jika keluarga harus melihat itu, pasti akan lebih menyakitkan. Saya tahu itu.

Maka saya jelaskan bahwa pengangkatan KM Sinar Bangun dan jenazah korban dari segi teknis memang tidak mungkin dilakukan. Kalau dipaksakan diangkat, bisa hancur. Karena ketika diangkat per 10 meter, tekanan itu 1 bar. Maka kalau kedalamannya 450 meter itu sama dengan 45 bar, sehingga kapal bisa meledak.



Ahli dari kementerian saya juga melihat dampak dari segi reaksi kimianya. Katakanlah kapal berhasil diangkat sampai atas, ada resiko timbulnya keracunan H2SO. Saya yakin tentu tidak ada seorangpun dari kita yang mengharapkan ada korban tambahan.

Demikianlah BPPT, KNKT, Basarnas, Polisi, TNI, pemda, Kemenko Maritim dan semua unsur pemerintah sudah berdiskusi panjang dan memperhitungkan semua aspek.

Menurut saya, paling bagus yang bisa dilakukan adalah membuat monumen peringatan. Semua pihak sudah sepakat. Hari ini saya dilapori Pak JR Saragih, bahwa acara peletakan batu pertama monumen itu berjalan baik, dengan tingkat kehadiran 85%.

Yang kedua, 24 pelanggaran hasil temuan KNKT terkait KM Sinar Bangun sudah ada di meja saya. Hari ini saya mengundang para Bupati dan Kapolres terkait untuk menindaklanjutinya. Saya juga minta agar semua pelabuhan di kawasan Danau Toba harus dikelola oleh Syahbandar, sehingga ada sertifikasi pada setiap kapal. Pemilik kapal juga akan dilarang untuk merangkap menjadi nahkoda karena mereka beda kepentingan. Nahkoda pasti bicara masalah keamanan dan keselamatan. Sedangkan pemilik kapal bicara bagaimana meraup keuntungan.



Selain itu, Pemda dan Polisi juga akan mengaudit semua kapal. Jangan ada lagi ada kapal 3 deck tapi kenyataanya hanya berijinkan 1 deck, serta kelebihan muatan kapal.

Khusus kepada Polisi, saya minta semua pihak yang bertanggungjawab harus diproses. Saat ini proses hukum sedang berjalan, dan tidak mustahil jumlah tersangka akan bertambah.

Saya pastikan pemerintah akan menangani masalah ini dengan serius, karena ini adalah masalah serius.
Buka-bukaan Luhut soal Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan

(imk/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com