Dukungan Kader Demokrat untuk JK-AHY Menguat, SBY Tersenyum

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 03 Jul 2018 19:00 WIB
SBY bersama kader Demokrat. (Elza Astari/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrat diam-diam melakukan polling terkait wacana duet Jusuf Kalla (JK) dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2019. Bagaimana tanggapan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal wacana duet JK-AHY itu?

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan wacana memasangkan JK dengan AHY muncul dari akar rumput partai yang kemudian ditindaklanjuti dengan survei kecil-kecilan terhadap pengurus inti partai. Hasilnya, mayoritas mendukung terciptanya duet JK-AHY.

"Ada survei kecil-kecilan soal poros ketiga, oleh pengurus inti, kebanyakan menuliskan JK-AHY," kata Imelda Sari dalam diskusi Voxpol Center bertajuk 'Utak-atik Capres-Cawapres Pasca-pilkada Serentak 2018' di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Tak hanya itu, Imelda mengatakan, survei tersebut juga berlanjut di kepengurusan daerah. Salah satunya di kepengurusan Partai Demokrat Bandung, yang hasilnya 100 persen mendukung duet JK-AHY.

Baca Juga: Wacanakan Duet JK-AHY, Demokrat Ingin Ulang Kejayaan SBY-JK

"Ini baru saja teman saya di Bandung mengirim dalam kepengurusan di Bandung setelah pihak DPP melakukan pengurus inti kemudian pengurus di daerah melakukan polling internal, 90 persen di kami kalau ini bahkan 100 persen yang keluar polling internalnya," ujarnya.

Hasil itu dianggap sebagai penegasan bahwa suara di akar rumput menginginkan adanya koalisi alternatif. Koalisi yang ingin dinamai 'Koalisi Kerakyatan' ini diyakini sebagai terobosan baru dalam politik Indonesia.

"Jadi memang suara di bawah menginginkan adanya koalisi alternatif. Kenapa begitu? Karena bagi kami jika kami masuk ke dalam suatu koalisi, hasilnya bukan hanya kita dapat kue apa misalnya, tapi bagaimana dengan parlemen," tutur Imelda.

Imelda juga mengatakan komunikasi dalam membangun poros koalisi alternatif ini sedang digalakkan Demokrat. Komunikasi dengan partai lain sudah dilakukan sejak pekan lalu hingga pekan ini.

"Makanya kita menggagas bagaimana kita ini Koalisi Kerakyatan. Kami harapkan dengan adanya koalisi ini insyaallah komunikasi dengan pekan lalu dan pekan ini sedang berlangsung. Tapi saya tidak bisa membuka dengan siapa saja, apakah itu ketum atau sekjen atau waketum, tapi komunikasi itu dilakukan hingga pekan ini dan ke depan akan ada pertemuan," ungkap dia.

Baca Juga: PAN: Duet JK-AHY Baru Wacana Sepihak Demokrat

Lantas, bagaimana tanggapan SBY soal tingginya desakan membentuk duet JK-AHY?

"Bapak sih senyum saja, karena dia tahu para kader begitu antusias dengan polling ini. Bapak senyum-senyum saja. Ya, dia kan orang yang sangat demokratis dan dia selalu memberikan, membuka itu dari bawah. Selalu, dia selalu mendengar dari bawah," jawab Imelda.

Namun, apakah SBY setuju dengan duet itu? Imelda belum bisa memastikan. Dia meminta publik bersabar menanti keputusan partainya.

"Insyaallah kita lihat nanti, karena politik ini cair dan Golkar hari ini kalau nggak salah ada pertemuan antara JK dan Airlangga. Saya kira politik Indonesia masih sangat cair. Dan Golkar banyak pertimbangan untuk berkoalisi ke mana," kata Imelda. (jor/elz)