Rusuh di Kaur, Bengkulu
Sejumlah Gedung Pemerintah dan Mobil Dirusak dan Dibakar
Senin, 25 Jul 2005 16:31 WIB
Jakarta - Amuk massa tengah berkecamuk di Kota Bintuhan, ibukota Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Hingga saat ini, sejumlah gedung pemerintah dan mobil telah dirusak dan dibakar massa. Hingga pukul 16.00 WIB, Senin (25/7/2005), situasi di kota Bintuhan masih mencekam. Polda Bengkulu telah mengerahkan pasukannya untuk menenangkan situasi dan menertibkan para pengunjung rasa yang anarkis itu. Data dari Mabes Polri, seperti yang disampaikan Wakadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Soenarko, sudah ada sejumlah gedung pemerintah yang dirusak dan dibakar. Sejumlah mobil juga menjadi korban amuk massa itu. Hingga pukul 16.00 WIB, massa telah merusak Kantor Pemda Kaur, Rumah dinas Ketua DPRD Kaur, dan Kantor KPUD Kaur. Massa juga telah membakar Kantor Dinas Kimpraswil Kaur dan Kantor KUA Kaur. Selain itu, massa juga membakar 1 mobil Toyota Kijang milik Polri, 1 unit L-300, dan 1 unit Taft milik anggota dewan. Menurut Soenarko, massa yang turun ke jalan untuk memprotes hasil Pilkada yang dimenangkan pasangan Syaukani Saleh-Warman Suwardi itu sekitar 1.000 orang. Namun, sumber di Bintuhan menyatakan, massa lebih dari 1.000 orang. Massa kini terus berkumpul dan bergerombol di tengah kota dan lapangan Bintuhan. Kesibukan masih terlihat di Bintuhan, terutama lalu lalangnya mobil-mobil pemadam kebakaran. Aparat kepolisian telah mengerahkan ratusan personelnya untuk melakukan pengamanan. "Polda mengerahkan 35 personel dan Brimob 680 personel," kata Soenarko. Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Adang Syamsu Ratman beserta jajarannya sudah berada di lokasi untuk memimpin penertiban aksi massa ini.
(asy/)











































