"Sampel makanan masih dilakukan uji di Balai POM. Sampai sekarang belum dapat laporan hasil pemeriksaannya," kata Kapolda Riau, Irjen Nandang kepada wartawan, di Gedung Brimob Polda Riau, di KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru, Selasa (3/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil uji labornya belum ada kita terima. Jadi belum tahu virus apa yang ada di makanan itu sehingga 100 orang lebih terkena keracunan," kata Nandang.
Dalam kasus keracunan ini, lanjut Nandang, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait keracunan massal.
"Sudah banyak saksi yang kita periksa. Kalau hasil lab sudah keluar, nanti akan kita dalami, asal makanan, belinya di mana, siapa tahu ada pengawetnya sehingga menimbulkan keracunan karena imun terhadap badan tidak bisa terima, gitu. Belum ada tersangkanya," kata Nandang.
Sebagaimana diketahui, keracunan massal terjadi di hajatan pesta perkawinan di rumah Samsuar warga Desa Koto Perambahan, Kampar. Korban keracunan sekitar 120 orang dilarikan ke Puskesmas setempat, RSUD di Bangkinan.
Para korban mengaku pusing, mual dan muntah-muntah. Tapi sebagian besar sudah kembali ke rumahnya. Hingga saat ini masih ada sekitar 6, orang di rawat di Pekanbaru. Belasan lagi di rawat di RSUD Bangkinan dan klinik setempat.
(cha/rvk)










































