detikNews
Selasa 03 Juli 2018, 14:14 WIB

Fahri: Katanya RI Jago di Air, Kok Mengalah dengan Danau Toba?

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Fahri: Katanya RI Jago di Air, Kok Mengalah dengan Danau Toba? Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Gibran/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah turut mengkritik rencana penghentian pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Fahri menyayangkannya.

"Pemerintah baru beberapa hari ini, beberapa minggu ini, berhenti. Masak sih Republik Indonesia katanya negara bahari, negara maritim, mengalah dengan Danau Toba? Kalau dengan Danau Toba dia mengalah, kebanggaan maritimnya mana?" kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

"Katanya jago di air, masak kita nggak bisa sewa kapal selam kecil masuk ke dalam itu? Angkatan Laut kita punya, jagoan-jagoan kita punya, (kok) berhenti. Baru sebentar," sesalnya.

Baca Juga: Fadli Zon: Ratna Sarumpaet Luar Biasa Hebat dan Berani

Fahri tak setuju dengan rencana penghentian pencarian korban tragedi Danau Toba. Dia menyesalkan bila ternyata kebijakan itu diambil karena masalah dana.

"Ongkosnya berapa sih dikeluarin? Bikin Asian Games triliunan kita keluar untuk orang lain nonton. Bikin itu ultah IMF, World Bank di Bali, triliunan juga kita habis. Ini 160 rakyat hilang, kita berhenti, coba bayangkan. Menurut saya, ini keterlaluan, nggak ngerti sense of crisis," kritik Fahri.

Dia meminta negara tak cepat berhenti mencari korban KM Sinar Bangun. Fahri memahami kemarahan aktivis Ratna Sarumpaet karena hal tersebut.

Tonton juga 'Jasad Wanita Bercelana Biru di Dasar Danau Toba':

[Gambas:Video 20detik]

Baca Juga: Diminta Nyelam Sendiri ke Danau Toba, Ratna Sarumpaet: Kampungan!

"Jangan berhenti, bila perlu gelangnya ketemu, gelangnya kasih. Sepatunya ketemu, kasih sepatunya. Orang nggak ngerti soal kerinduan, soal emosi keluarga, tiba-tiba udah pergi aja, terus apa kerjaannya negara?" ucap Fahri.

Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, sebelumnya mengatakan penghentian pencarian diawali perundingan antara pihak pemerintah dan keluarga korban pada hari ke-13 pencarian atau Sabtu (30/6) lalu. Dia juga menjelaskan kendala yang dihadapi tim.

"Di hari ke-13, kita coba berunding sama Bupati (Simalungun) dan keluarga korban. Kalau mau mengambil ya kita siapkan dana besar, peralatan yang canggih, dan perlu waktu yang lama," kata Budiawan.

Fahri: Katanya RI Jago di Air, Kok Mengalah dengan Danau Toba?

(gbr/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed