Peternak Kecewa Kompensasi Flu Burung Tak Juga Cair
Senin, 25 Jul 2005 14:51 WIB
Sidrap - Peternak di Kabupaten Sidrap, Sulsel, kecewa. Pasalnya, uang kompensasi atas matinya ribuan ayam ternaknya akibat flu burung, tak kunjung datang. Padahal mereka sudah dijanji oleh pemerintah daerah sejak Maret lalu.Hal ini dikeluhkan oleh Haji Bandacong, salah satu peternak ayam di Desa Latang Salo, Kabupaten Sidrap, Senin (25/7/2005). Ribuan ayam ternak Bandacong mati saat virus flu burung menghantam Sidrap pada Maret lalu.Saat itu, flu burung memang lagi ganas-ganasnya menjangkiti ternak di sejumlah kabupaten di Sulsel.Pemda pun menjanjikan Haji Bandacong dan peternak ayam lain di sejumlah kabupaten bahwa mereka akan diberi dana kompensasi sebesar Rp 4 ribu tiap satu ekor ayam yang mati. Dengan hitung-hitungan bahwa duit kompensasi itu sebagiannya ditanggung oleh APBD Sulsel, sebagiannya lagi akan ditanggung oleh pemerintah pusat.Namun, janji itu tak kunjung terealisasi. Haji Bandacong pun hanya bisa gigit jari. Ayam ternak yang dulunya berjumlah 10 ribu kini tinggal 3 ekor. Sejak kematian ribuan ayamnya, Bandacong kini gulung tikar."Dana kompensasi itu sampai sekarang tidak ada. Bukan hanya saya, tapi semua peternak di Sidrap juga tidak dapat," ujar Bandacong.Makanya ia pesimistis denjan janji pemerintah soal dana kompensasi yang kembali didengung-dengungkan saat ini. "Sekarang flu burung kembali marak, pemerintah juga mendengungkan lagi dana kompensasi. Tapi saya tidak percaya," ujarnya.Hal yang sama juga dilontarkan oleh Daeng Tutu, tetangga Bandacong yang juga peternak ayam. "Tak ada peternak di sini yang dapat dana kompensasi. Kalau ada peternak yang mampu bangkit kembali, itu karena usaha sendiri, bukan karena bantuan dari pemerintah," tuturnya.Daeng Tutu pun dulunya punya ribuan ayam. Namun flu burung yang menghantam Sidrap membuat ternaknya tewas seketika. "Sekarang rencana mau usaha dari nol lagi. Tapi harus ngumpul uang dulu," keluhnya.
(nrl/)











































