Puluhan Bidan Honorer di Palu 'Todong' SBY-JK
Senin, 25 Jul 2005 12:01 WIB
Palu -
Puluhan bidan honorer yang mewakili rekannya se-Sulawesi Tengah (Sulteng), sejak pukul 11.00 Wita, Senin (25/7/2005) menggelar aksi demo di Kantor DPRD Sulteng. Mereka meminta nasibnya diperhatikan dan 'menodong' Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla (JK) segera mengangkat mereka jadi PNS.Rata-rata bidan ini sudah mengabdi antara 5-11 tahun. Namun Pemprov Sulteng dinilai mengabaikan nasib mereka. Berdasarkan Surat Edaran MenPAN Nomor D/III0/M.PAN/6/2005, seharusnya mereka diprioritaskan menjadi PNS pada tahun ini. Namun nasib berkata lain. Dalam aksi yang berlangsung tertib di depan kantor yang terletak di Jalan Sam Ratulangi, Palu, Sulteng itu, mereka terlihat mengusung sebuat spanduk putih besar yang bertuliskan "Presiden SBY-JK angkat kami dong menjadi PNS".Mereka sengaja 'menodong' SBY-JK karena di sejumlah instansi lain di luar Depkes, sudah banyak tenaga honorer yang diangkat sebagai PNS. Menurut bidan bernama Hesti Eritia Pakaya, saat ini ada sekitar 94 orang bidan di Kabupaten Donggala dan 80 orang di Kabupaten Palu yang statusnya masih sebagai pegawai tidak tetap (PPT).Karena itu mereka mendesak pemerintah memperhatikan nasib mereka. Jika terus diabaikan, mereka mengancam akan menggelar mogok kerja.Aksi para bidan ini mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi A DPRD Sulteng yang membawahi Bidang Pemerintahan, Yus Mangun. Kepada perwakilan bidan honorer itu, Yus mengimbau agar mereka melayangkan tuntutannya secara resmi kepada Gubernur Sulteng. Yus mengaku akan membantu upaya mereka.Sementara perwakilannya menemui Yus, puluhan bidan lainnya tetap menggelar aksi demo. Aksi masih berlangsung hingga pukul 12.30 WIB dengan penjagaan dari satu regu perintis Polresta Palu.
(umi/)










































