Dua kali pertandingan melibatkan Persija yakni Persija Vs Persebaya dan Persija Vs Persib dinodai ulah oknum. Selain insiden pemukulan terhadap anak Menpora Imam Nahrawi, peristiwa lain terjadi di luar stadion.
"Antisipasi sudah dilakukan," ujar Sekjen Jakmanja Dicky Soemarno saat dihubungi detikcom, Minggu (1/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah, imbauan sudah. Kita juga sudah siapkan tempat-tempat nobar di banyak tempat. Yang paling besar kita sediakan ada 3 tempat (di antaranya) di Ciracas, Kemayoran," ungkapnya.
Masing-masing koordinator wilayah (Korwil) juga mengadakan kegiatan nobar di beberapa tempat. Pihaknya mengaku kesulitan ketika masih ada sebagian suporter yang datang ke sekitar Stadion PTIK.
"Lalu ketika masih ada juga yang datang ke wilayah PTIK ya kita harus gimana, kita harus usir satu-satu gitu kalau mereka semuanya datang mau makan, karena PTIK terbuka di luaran. Ketika dia masuk arena PTIK itu bisa kita sortir. Tapi ketika mereka ada di luar di jalan raya gimana?" paparnya.
Seperti insiden di Blok M, di mana Jakmania nyaris menghadang tim Persib saat diangkut baracuda. Dicky mengaku tidak tahu kejadian itu. Menurutnya, pengamanan tim Persib sudah menjadi tanggung jawab aparat polisi.
"Kalau masalah pengadangan segala macem, ya saya nggak tahu juga karena saya nggak ada di tempat. Tapi intinya pihak kepolisian sudah siap kok untuk mengamankan tim Persib. Intinya dihadang atau tidak, kalau hanya sekadar orang teriak di pinggir jalan itu nggak fair banget (disebut dihadang)," tuntasnya. (mei/ibh)











































