DetikNews
Minggu 01 Juli 2018, 14:08 WIB

Komnas Perempuan Bicara 2 Bumil Nekat Mau Melompat dari JPO

Aditya Mardiastuti - detikNews
Komnas Perempuan Bicara 2 Bumil Nekat Mau Melompat dari JPO Aksi nekat bumil yang mencoba bunuh diri lompat dari JPO di halte Kuningan Timur (Foto: dok. screenshot)
Jakarta - Komnas Perempuan menyoroti aksi nekat dua ibu hamil (bumil) berinisial AP dan KPA yang dalam sehari -- dalam peristiwa berbeda -- mencoba bunuh diri dengan terjun dari JPO. Komnas menyarankan para ibu yang tertekan agar segera mencari pendampingan.

"Kekerasan terhadap perempuan dampaknya bisa ke psikis juga Mba. Bisa menimbulkan rasa tertekan dan putus asa yang berlebihan, jika tidak segera mendapatkan pemulihan (misalnya dalam hal ini semacam pendampingan untuk penguatan psikologis korban)," kata Ketua Komnas Perempuan Azriana Manalu lewat pesan singkat, Minggu (1/7/2018).

"Korban bisa saja sampai merencanakan bunuh diri jika tekanan psikis yang dirasakan sudah begitu berat dan korban merasa tidak dukungan sama sekali untuk dirinya.

Azriana menambahkan tekanan psikis dalam keluarga bisa mendorong ibu gelap mata. Dia pun menyarankan keluarga atau teman terdekat bisa melakukan deteksi dini. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kasus percobaan bunuh diri.

"Orang-orang terdekat korban (tetangga atau teman) sebaiknya menjadi lingkar pertama yang perlu memberi dukungan/membantu korban. Jangan menghakimi atau menyalahkan korban, tapi bantu korban untuk mendapatkan penanganan segera. Keluarga atau atasan harusnya bisa membantu untuk ikut menyelesaikan persoalan, jika terjadi cekcok atau perselisihan," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, ibu hamil berinisial AP mencoba bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Beruntung aksinya itu berhasil dicegah oleh petugas TransJakarta dan warga.

Pada hari yang sama, peristiwa serupa juga terjadi di JPO Pintu 8 Senayan, Jakpus, Sabtu (30/6) kemarin. Kalista yang sedang hamil besar itu juga meminum kopi dicampur autan sebelum mencoba lompat.

Beruntung aksinya itu berhasil dicegah oleh warga dan polisi. Kalista lalu dibawa ke RS Pelni.



(ams/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed