4 Hari Usai Liputan Flu Burung, Wartawan Tempo Jatuh Sakit

4 Hari Usai Liputan Flu Burung, Wartawan Tempo Jatuh Sakit

- detikNews
Minggu, 24 Jul 2005 22:16 WIB
Jakarta - Empat hari setelah meliput di kandang ayam yang pernah terkena wabah flu burung, Forografer Tempo, Arie Basuki dirawat di rumah sakit. Arie dirawat di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara."Pada hari Rabu 20 Juli 2005, saya liputan di kandang ayam kampung di Cicurug, Sukabumi," kata Arie Basuki ketika dihubungi detikcom, Minggu (24/7/2005).Arie yang masih berbaring lemah di Ruang Cempaka, lantai dua, RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara ini menyatakan, ia baru masuk rumah sakit sekitar pukul 14.00 WIB. Fotografer yang sudah mengabdi sekitar lima tahun di Tempo ini mengaku, dirinya sudah merasakan gejala demam sejak 2-3 hari yang lalu. "Tapi suhu badan sayasekarang sudah menurun," ujar Arie terdengar lemas. Arie pun akhirnya menceritakan liputannya di kandang ayam yang diduga saat ini terserang virus avian influenza itu. "Saya memang ikut memindahkan ratusan ayam yang mati itu," beber Arie.Arie mengakui, ketika memindahkan ayam-ayam tersebut, dirinya tidak menggunakan masker. Ia pun sempat masuk ke dalam kandang yang berisi sekitar 2.000 ekor ayam kampung tersebut. "Ketika liputan, ada sekitar 750 ekor ayam yang mati," urainya. Arie yang saat ini masih terkulai lemas tanpa ditemani siapapun di rumah sakit, menyatakan, peternakan ayam yang diliputnya itu pernah terindikasi flu burung pada Februari 2005. "Saya ikut ngangkat-ngangkat ayam yang mati. Ayam-ayam itu langsung dikubur dan dibakar disitu juga," papar Arie. Hasil diagnosa dokter, menurut Arie, dirinya mengidap tipus. Pihak rumah sakit sudah mengambil sampel darah milik Ari. "Pemeriksaan yang lainnya masih antisipasi, tapi doakan saja, mudah-mudahan ini bukan flu burung," pinta Arie.Seperti diketahui, Rabu 20 Juli 2005, ribuan ayam di Kampung Sadamukti, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi mati mendadak. Ayam-ayam tersebut mati tanpa menunjukkan gejala terlebih dahulu. Di lokasi yang sama, pada Februari 2005, sekitar 2.000 ayam kampung di peternakan itu mati terserang flu burung. (ism/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads