Positif Flu Burung, 32 Babi dan 112 Itik Dibakar
Minggu, 24 Jul 2005 20:17 WIB
Jakarta - 32 Ekor babi dan 112 ekor itik dimusnahkan Dinas Peternakan Kabupaten Tangerang. Baju pelindung petugas yang memusnahkan pun tak luput 'dimusnahkan'.Pemusnahan baju pelindung mirip baju astronot itu, dilakukan bersamaan dengan pembakaran puluhan ternak yang positif terinfeksi virus flu burung di Desa Babad (bukan Babat), Kecamatan Legok, Tangerang, Minggu (24/7/2005). Berdasarkan pemantauan detikcom sekitar 10 petugas 'eksekusi' itu membuang baju pelindung, masker dan penutup kepalanya untuk dibakar. Setelah itu mereka disterilkan dengan disemprot cairan desinfektan (untuk mensucikan hama).Pemusnahan babi dan itik ini disaksikan langsung oleh Menko Kesra Alwi Shihab dan Menteri Pertanian Anton Apriantono. Setibanya di lokasi pemusnahan, kedua menteri dan beberapa pejabat yang hadir diminta untuk menggunakan pakaian khusus yang berwarna putih dan tutup kepala. Selain itu mereka juga menggunakan masker dan kacamata pelindung. "Saya seperti astronot saja" ujar Alwi kepada wartawan sambil tersenyum. Turut serta dalam rombongan adalah Dirjen Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Indra Susilowati serta Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang Didi Supriyadi.Acara pemusnahan ini dimulai pada pukul 14.30 WIB, diawali dengan menyembelih 112 ekor itik. Setelah disembelih, itik-itik tersebut dilemparkan ke dalam lubang. Kemudian dilanjutkan dengan menyembelih babi. Babi yang dimusnahkan tersebut ternyata bukan milik Parman seperti berita sebelumnya, melainkan milik Cheng Kim peternak babi yang berasal dari desa Rancaiyo, tetangga desa Babad.32 Ekor babi milik Cheng Kim tersebut diangkut dengan menggunakan dua buah truk milik dinas kebersihan dan pertamanan kabupaten tangerang. Ketika sampai dilokasi, puluhan babi tersebut sudah dalam keadaan mati karena mereka disuntik terlebih dahulu di kandangnya. Setiap selesai disembelih, petugas dari dinas peternakan mengambil sampel darah dan liur babi tersebut. Ukuran babi-babi tersebut bervariasi, dari anak babi yang beratnya sekitar 7 kg sampai Babi siap potong yang berukuran 30 kg.Ketika itik dan babi tersebut disembelih dan dilemparkan ke lubang masyarakat yang hadir ada yang terlihat ngeri dan ada yang biasa saja. Namun, mereka menyaksikan dengan serius semua proses pemusnahan. Karena penasaran, warga semakin merapat ke arah lubang, sehingga aparat harus menghalau mereka karena sebagian besar mereka tidak menggunakan masker.Setelah semua hewan selesai disembelih dan berada dalam lubang, para petugas melemparkan kayu bakar dan menyiramnya dengan bensin. Secara simbolis, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tangerang Didi Supriyadi membakar tumpukan itik dan babi yang berada dalam lubang.
(ism/)











































