Liput Pemusnahan Babi, Puluhan Wartawan Pakai Masker
Minggu, 24 Jul 2005 15:33 WIB
Tangerang - Puluhan wartawan saat ini tumplek di sebuah lapangan sepabola di Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang, Minggu (24/7/2005). Mereka meliput pemusnahan 10 babi, 20 itik dan 20 bebek yang terkena flu burung.Para wartawan itu mengenakan masker. Ada yang memakai masker putih, ada yang sekadar memakai saputangan dan kain ikat kepala, bahkan ada yang memakai masker yang ada moncongnya, yang lebih keren dan tentunya lebih mahal.Para wartawan sengaja membawa masker karena flu burung disebarkan lewat jalur pernafasan. Para wartawan yang terdiri dari wartawan tulis, foto dan kameraman saat ini sibuk mengabadikan prosesi pemusnahan unggas malang penderita flu burung.Para petugas juga mengunakan masker. Ada yang memakai masker N95, tipe masker yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan ada yang memakai masker bedah. Beberapa di antaranya mengenakan pelindung pelindung wajah/kaca mata goggle, apron/gaun pelindung warna putih, sarung tangan, pelindung kaki atau sepatu boot.Namun berbeda dengan wartawan dan petugas, masyarakat sekitar yang berbondong-bondong menonton "objek wisata" itu tidak ada yang pakai masker. Mereka santai-santai saja, seolah tidak ada yang perlu dicemaskan. Hingga pukul 15.15 WIB, pembakaran belum berlangsung. Para petugas masih sibuk menyuntik hingga teler hewan malang itu, ada yang menyembelih dan ada yang melempar-lemparkan ke lubang raksasa untuk proses pembakaran.Babi yang telah pingsan tampak bertumpuk-tumpuk menunggu giliran disembelih dan dilempar ke lubang. Babi itu tampak gendut-gendut. Petugas menyembelih para 'korban' flu burung itu untuk diambil sampel darah dan air liurnya.
(nrl/)











































