Dimusnahkan karena Flu Burung
Pemilik Ternak Babi pun Pasrah
Minggu, 24 Jul 2005 13:23 WIB
Jakarta - Suasana di peternakan babi milik Parman yang berlokasi di Desa Babat, Legok, Tangerang, tampak ramai oleh masyarakat dan wartawan yang akan meliput acara pemusnahan babi yang terkena virus flu burung, Minggu (24/7/2005) pukul 12.45 WIB. Ketika ditemui, Parman tampak pasrah. "Kalau Dinas Peternakan mengizinkan saya tidak tutup, saya akan tetap melanjutkan peternakan babi ini karena kita sudah puya kandang dan tahu cara merawat babi. Tapi kalau Dinas Peternakan bilang harus tutup, mungkin saya akan berencana lain," ujar Parman kepada wartawan di kandang babi miliknya.Mengenai rencana mengganti ternak babi dengan sapi, Parman mengatakan itu harus dimulai dari nol lagi. "Tapi kalau pemerintah mau bantu, dengan memberikan subsidi atau bantuan bibit, kita tidak masalah," katanya.Menurut Parman, ada sekitar 84 ekor babi miliknya yang bibitnya berasal dari Solo akan dimusnahkan. Babi dimusnahkan dengan cara disuntik dan dikubur. Namun Parman mengaku belum tahu berapa ekor ternaknya yang positif terjangkit virus flu burung.Ganti rugi yang akan dibayar oleh pemerintah sebesar Rp 7.000 per kg. "Itu sesuai dengan harga pasar sekarang," ujar Parman yang beternak babi sejak 1,5 tahun yang lalu ini.Ketika ditanya wartawan, apakah dana pengganti itu cukup untuk memulai peternakan sapi, Parman mengatakan dana tersebut tidak akan mencukupi. Ternak sapi membutuhkan pembuatan kandang baru dan harus mencari bibit sapi.Semenjak heboh flu burung melanda Indonesia, Parman mengaku ada penurunan omzet penjualan babi. "Omzet turun hingga 60%," katanya lesu.Sebelumnya, Menteri Pertanian Anton Apriantono mengatakan, Departemen Pertanian akan mengalokasikan setengah dari dana tanggap darurat yang dikelola Deptan untuk menanggulangi flu burung. Dana tanggap darurat yang dikelola Deptan Rp 104 miliar. "Dana ini, sesuai dengan acuan Departemen Keuangan (Depkeu), sebenarnya tidak bisa digunakan untuk itu. Tetapi, ini masalah darurat. Ini juga sudah dibicarakan dengan Menteri Keuangan agar dapat menggunakan dana tanggap darurat yang ada di Depkeu karena ini sudah masuk fase sangat membahayakan," tutur Anton dalam rapat dengan DPR Jumat (22/7/2005).Sementara itu, menurut rencana, dalam acara pemusnahan ternak babi ini akan dihadiri oleh Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Perdagangan Marie E. Pangestu, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, dan Menkominfo Sofyan Djalil. Namun hingga pukul 12.45 WIB, belum satu pun menteri yang tampak hadir. Petugas dari Dinas Peternakan Tangerang masih menunggu kedatangan para menteri di kantor Kepala Desa Rancaiyo.
(ddn/)











































