Tim IT KPU yang Merasa Diteror Diimbau Lapor Polisi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 28 Jun 2018 16:45 WIB
Foto: Internet
Jakarta - Konsultan IT KPU mengaku diteror misscall aneh setelah pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Polisi mengimbau tim IT KPU itu untuk membuat laporan.

"Ya (diimbau untuk lapor polisi)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Kamis (28/6/2018).

Argo mengatakan, dengan adanya laporan dari pihak korban, polisi dapat mengetahui duduk perkara sebenarnya. Polisi juga akan menyelidiki unsur teror yang meresahkan konsultan IT KPU itu.

"Silahkan lapor untuk mengetahui dari mana dan apa terornya," ujarnya.


Sebelumnya, salah seorang konsultan IT KPU mengaku dibombardir miscall aneh yang terjadi mulai pada Rabu (27/6) pukul 24.00 WIB. Dia mendapatkan SMS berupa kode otentifikasi yang boasa digunakan untuk login ke sebuah layanan.

"Kemarin malam sekitar pukul 12 malam mendadak saya mendapat SMS otentikasi dari Telegram. SMS otentikasi ini berisi kode, yang bisa dipakai untuk login ke Telegram," kata Harry kepada detikINET, Kamis (28/6/2018).

Harry mengaku mendapatkan misscall dari nomor dengan awalan +100. Ada ratusan misscall yang masuk sampai ponselnya panas.

"Tadi malam tiba-tiba saya dibombardir misscall dari nomor-nomor asing. Rata-rata awalan +100. Sampai hape saya panas dan tidak bisa digunakan, ada ratusan miscall per jam, tanpa jeda sama sekali," tuturnya.

Selain itu, Harry menyebut teror misscall aneh itu bukan hanya dialami dirinya saja. Namun, menurut dia, hampir semua personel tim IT KPU mendapatkan kejadian serupa.

"Nyaris semua personel tim IT KPU kena bombardir dan usaha hacking Telegram ini," sebutnya.





(knv/mea)