Wali Murid Tidak Senang SPP Sekolah Dihapus
Minggu, 24 Jul 2005 00:07 WIB
Palembang - Sejumlah wali murid di Palembang tidak begitu senang atas penghapusan biaya iuran sekolah oleh pemerintah. Alasannya pengeluaran mereka justru bertambah dalam tahun ajaran baru ini. Lho?"Dulu, SPP (iuran sekolah) dan uang buku buat satu semester cukup Rp 130 ribu. Tetapi, ketika SPP dihapus, uang buku justru bertambah menjadi 150 ribu. Belum lagi biaya kursus yang sifatnya wajib," kata Zulkifli (43), warga Kalidoni, Palembang kepada detikcom, Sabtu (23/7/2005).Menurut pedagang telur ayam kampung ini, lebih baik SPP tetap ada namun pungutan lainnya tidak besar. Program pemerintah hanya pura-pura saja untuk membantu rakyat. Keluhan yang sama dikatakan Khodijah (37), warga Sentosa, Plaju. Dihapusnya SPP, justru membuat biaya sekolah menjadi bertambah. "Sekolah justru menambah biaya buat buku, kursus, dan sejumlah kegiatan yang jumlahnya lebih besar kalau ada SPP dan tidak ada beasiswa," katanya.Berdasarkan pemantauan detikcom, banyak wali murid yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri--baik SD maupun SMP dan SMA--mengeluhkan biaya sekolah yang tinggi. Memang, SPP dihapus atau kecil tetapi pihak sekolah justru menuntut wali murid mengeluarkan biaya lain, yang sifatnya dapat dikatakan "wajib". Terkadang biaya ini jumlahnya lebih besardibandingkan dengan sekolah swasta."Pernah anakku tidak diikutkan kursus atau les di sekolah, nilainya dikurangi oleh gurunya. Padahal nilai ulangannya tinggi. Daripada nilai anakku merah (kecil) lebih baik diikutkan les," kata Yusmawati (42), warga Kalidoni.
(atq/)











































