Ratusan Warga Israel Berduyun-duyun Tinggalkan Mesir
Sabtu, 23 Jul 2005 23:17 WIB
Jakarta - Sasaran dari bom yang mengguncang kota Sharm el-Sheikh, Mesir, salah satunya ditujukan untuk warga Israel. Akibatnya, ratusan warga asal Israel yang berada di Mesir berduyun-duyun melintasi perbatasan Taba untuk kembali ke Israel. "Kami segera pergi karena serangan tersebut," kata salah satu warga Israel Moran Avraham, seperti dikutip dari The Jerussalem Post, Sabtu (23/7/2005). Begitu juga dengan Hulud Muhammad, warga Israel keturunan Arab. Bersama istri dan tiga orang anaknya yang berasal dari Umm el-Fahm juga pergi melintasi perbatasan. Dia dan keluarganya sudah berada di Sharm selama satu minggu dan menyaksikan terjadinya ledakan. "Saya sedang membereskan pakaian saat mendengar ledakan pertama terjadi. Saya melihat berbagi benda yang berterbangan. Hotel kami berada di sebelah Hotel Ghazala Garden, tempat terjadinya ledakan," katanya. Namun, beberapa warga Israel lainnya yang berada di Mesir tidak merasa khawatir akibat ledakan tersebut. Mereka juga tidak mempersingkat liburan mereka disana. "Kami tidak akan meninggalkan Mesir karena ledakan yang terjadi di Sharm el-Sheikh. Ledakan itu jauh dari tempat kami menginap dan hal itu tidak mempengaruhi kami untuk meninggalkan Mesir," ungkap Nahum dan kekasihnya.
(atq/)











































