Bom di Mesir, WNI Aman
Sabtu, 23 Jul 2005 22:25 WIB
Jakarta - Korban terus berjatuhan akibat bom di Mesir. Dapat disyukuri, belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban akibat insiden tersebut. "Kita sudah menghubungi KBRI kita di Kairo. Hingga saat ini, belum ada laporan warga negara kita yang menjadi korban," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa kepada detikcom ketika dihubungi melalui telepon, Sabtu (23/7/2005).Namun, lanjut Marty, KBRI di Kairo akan terus memantau perkembangan untuk mengetahui apakah ada WNI yang ikut menjadi korban. "Kita akan terus memantau," ujarnya.Hal senada dikatakan oleh Dubes RI untuk Mesir Bachtiar Aly di Kairo. Belum ada laporan warga Indonesia yang menjadi korban. Kendati demikian, KBRI tetap memantau perkembangan pasca ledakan bom tersebut.Ada kemungkinan bagi WNI menjadi korban dalam insiden bom itu. Saat ini, terdapat 5.300 WNI yang sebagian besar mahasiswa sedang berada di Kairo. Selain itu, banyak WNI di Mesir sedang berlibur di kota wisata pesisir Laut Merah di ujung tenggara Semenanjung Sinai. Kebetulan, 23 Juli merupakan hari libur nasional untuk memperingati HUT Revolusi Mesir. Hingga saat ini, korban tewas menjadi 88 orang dan 211 orang luka-luka. 20 orang turis asing menjadi korban luka-luka dan 7 orang dinyatakan tewas. Di antara korban yang tewas tersebut terdapat seorang turis asing dari Republik Ceko dan satu orang turis asing dari Italia. Turis asing lainnya belum dapat diketahui berasal dari negara mana. Di antara korban yang luka-luka, terdapat 9 orang warga Italia, 5 orang warga Arab Saudi, 3 orang warga Inggris, 1 orang warga Ukraina, 1 orang warga Rusia, dan 1 orang warga Arab-Israel.
(atq/)











































