Korban Bom Mesir Menjadi 88 Orang Tewas, 211 Luka-luka
Sabtu, 23 Jul 2005 21:46 WIB
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat bom yang meledak pada sabtu pagi waktu setempat di Sharm al-Sheikh, Mesir, terus bertambah. Korban tewas menjadi 88 orang dan 211 orang luka-luka. Dua di antara tiga bom yang meledak diyakini sebagai bom bunuh diri yang menggunakan mobil. Seperti dikutip dari kantor berita CNN, Sabtu (23/7/2005), pemboman itu terjadi di saat Mesir sedang memperingati Hari Nasional pasca terjadinya revolusi setelah Raja Farouk turun tahta pada tahun 1952. Salah satu bom mobil yang meledak menewaskan 17 warga Mesir yang bekerja di sebuah kedai kopi di dekat pasar lama Sharm al-Sheikh. Sedangkan bom mobil lainnya meledak di Hotel Ghazala Garden. Mobil tersebut menabrak pos keamanan dan menghantam meja resepsionis kemudian meledakkan area tersebut. Akibat dari ledakan itu, lobi hotel hancur dan atapnya runtuh. Bom ketiga meledak di sebuah halte bus yang sering digunakan oleh wisatawan asing, sekitar 2 mil dari hotel Ghazala Garden. Bom ini diduga berasal dari sebuah tas. Ledakan tersebut menewaskan 6 wisatawan asing yang sedang duduk di halte bus tersebut.Polisi masih menyelidiki tempat kejadian untuk mencari tubuh para korban, dan kemungkinan masih ada yang selamat. Hasil rekaman video menunjukan keadaan pasar yang berantakan oleh pecahan gelas. Juru bicara Kementerian Pariwisata Mesir Hala al-Kahtib mengatakan, 20 orang turis asing menjadi korban luka-luka dan tujuh orang dinyatakan tewas. Di antara korban yang tewas tersebut terdapat seorang turis asing dari Republik Ceko dan satu orang turis asing dari Italia. Turis asing lainnya belum dapat diketahui berasal dari negara mana. Di antara korban yang luka-luka, terdapat 9 orang warga Italia, 5 orang warga Arab Saudi, 3 orang warga Inggris, 1 orang warga Ukraina, 1 orang warga Rusia, dan 1 orang warga Arab-Israel. Menteri Luar Negeri Spanyol mengatakan kepada CNN, tiga orang warga Spanyol menjadi korban luka-luka pada ledakan di Mesir. Meskipun tidak ada di antara mereka yang mengalami luka yang parah, dua di antara mereka dirawat di Rumah Sakit.
(atq/)











































