Evakuasi Pesawat Tempur Bronco Terus Dilanjutkan
Sabtu, 23 Jul 2005 13:37 WIB
Malang - Evakuasi bangkai pesawat OV-10F Bronco yang jatuh di Gunung Limas, Nagrek Sari, Jabung, Kabupaten Malang, terus dilakukan. Hingga hari ini, baru sebagian bangkai pesawat yang bisa dievakuasi. "Evakuasi masih terus dilanjutkan hari ini," kata Komandan Pangkalan Udara (Dan Lanud) Abdurrahman Saleh, Malang, Marsekal Pertama Yushan Sayuti kepada wartawan seusai pemakaman Lettu (Pnb) Harcus Aditya Wing Wibowo di Taman Makam Pahlawan Surapati, Malang, Sabtu (23/7/2005). Menurut Dan Lanud, Regu Evakuasi mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi bangkai pesawat. Sebab, medan untuk menuju lokasi jatuhnya pesawat itu cukup berat. Karena itu, evakuasi pesawat tidak bisa dilakukan cepat. "Kita tidak bisa secepat itu untuk melakukan evakuasi pesawat. Kita lakukan secara bertahap, pelan-pelan," ujar Dan Lanud.Pesawat Bronco yang diawaki Lettu (Pnb) Harcus dan Mayor (Pnb) Roby jatuh, Kamis (21/7/2005). Jumat (22/7/2005), pesawat itu ditemukan di bukit Gunung Limas. Pesawat dalam kondisi rusak parah, dua awaknya tewas. Untuk menuju lokasi jatuhnya pesawat itu memang tidak mudah. Jalan-jalan terjal nan sempit harus dilalui. Bahkan, truk TNI AU yang mengangkut Regu Evakuasi menuju lokasi terbalik di Desa Gading Kembar. Satu-satunya jalan untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat itu harus ditempuh dengan berjalan kaki. Perlu waktu dua jam berjalan kaki ke bukit itu dari Desa Gading Kembar. Hingga Jumat (22/7/2005) malam, bangkai pesawat sudah dipotong-potong menjadi beberapa bagian untuk memudahkan evakuasi. Sebagian potongan pesawat itu sudah diangkut dengan berjalan kaki ke Desa Gading Kembar.
(asy/)










































