Calon Bupati Seram Bagian Barat Resmi Ditahan
Sabtu, 23 Jul 2005 13:32 WIB
Ambon - Nasib Subeno, calon bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), benar-benar sial. Sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ijazah palsu, siang ini calon dari Partai Golkar itu langsung dijbeloskan ke dalam tahanan Polda Maluku."Hari ini kami langsung menahan yang bersangkutan karena proses pemeriksaan tetap akan dilanjutkan," kata Kapolda Maluku Brigjen Adityawarman di Mapolda Maluku, Jl. Rijali, Ambon, Sabtu (23/7/2005).Dari hasil pemeriksaan, Subeno terbukti kuat memiliki ijazah palsu. Polda Maluku mengambil alih kasus ini, karena Polres Persiapan SBB dinilai tidak serius menangani kasus tersebut."Sebelumnya sudah dilakukan penyelidikan oleh Polres SBB ke STM (Sekolah Teknik Menengah) 75 Purwokerto, Jawa Tengah, tapi tidak membuahkan hasil. Saya bingung, kenapa bisa jadi begini," tukas Adityawarman.Putaran Kedua Pilkada DitundaUntuk diketahui, pada Pilkada SBB tanggal 21 Juni 2005 lalu, pasangan Subeno-Nataniel Elake berada di posisi kedua dengan 22,34 persen suara. Subeno akan berhadapan dengan pasangan Yacobus Putileihalat-Lakadir pada putaran kedua yang direncanakan tanggal 2 Agustus 2005.Namun, menurut Ketua KPUD Maluku Idrus Tatuhey yang ditemui detikcom secara terpisah, Pilkada putaran kedua di SBB dipastikan akan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. "Penundaan ini sudah disampaikan oleh Gubernur Maluku," katanya.KPUD Maluku sendiri tidak mempermasalahkan penundaan itu karena merupakan kewenangan Gubernur Maluku. KPUD mengaku sudah menerima surat penangkapan terhadap Subeno dari polisi.Taip Idrus membantah jika KPUD SBB kecolongan dalam proses verifikasi, sehingga subeno tetap lolos menjadi calon bupati. Dirus tidak mau menuding siapa yang bersalah dalam kasus ini."Pada saat verifikasi dilakukan, Panwas SBB belum terbentuk. Makanya belum ada laporan tentang dugaan ijazah palsu itu," kilahnya.
(fab/)











































