Depkes Kesulitan Deteksi Virus Flu Burung Keluarga Iwan
Sabtu, 23 Jul 2005 13:16 WIB
Jakarta - Departemen Kesehatan (Depkes) mengaku kesulitan mendeteksi asal virus flu burung yang menjadi penyebab meninggalnya auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Iwan Siswara dan dua putrinya.Sampai saat ini belum bisa ditetapkan apakah virus tersebut berasal dari babi atau ayam. "Ini masih missing link (kehilangan jalur kontak), kita masih menurunkan investigator dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan lokal," kata Menkes Siti Fadilah Supari di sela acara diskusi yang berlangsung di Mario's Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (23/7/2005).Siti mengaku belum ada titik terang, kapan terakhir kali Iwan melakukan kontak dengan unggas. "Kita tidak bisa deteksi, bapak itu ketemu unggas dan virus itu dari mana," katanyaMenurutnya, sampai sekarang belum ada indikasi penularan virus flu burung antar manusia. Dari 108 kasus flu burung di dunia belum pernah ada penularan dari manusia ke manusia. "Kalau ada kemungkinannya nol koma nol nol nol sekian persen," ujarnya.Pengobatan GratisUntuk warga yang terkena virus ini, pemerintah menurut Siti, akan memberikan pengobatan gratis bagi pasien penderita flu burung. Namun pembebasan biaya hanya dilakukan pada rumah sakit yang sudah dirujuk Depkes di seluruh Indonesia. "Jika mereka terindikasi flu burung, mereka akan digratiskan dan berlaku di rumah sakit-rumah sakit rujukan," katanya.Sebagai upaya antisipasi penyebaran flu burung, Depkes sudah membuka 44 posko atau rumah sakit di seluruh Indonesia seperti RS Persahabatan Rawamangun dan RS Infeksi Sulianti Suroso Sunter Jakarta. Beberapa nomor pengaduan juga disiapkan untuk mengadopsi aduan dari masyarakat. Nomor-nomor itu, antara lain, 021-4257125, berlaku untuk jam kerja. Sedangkan untuk pengaduan 24 jam bisa menghubungi 08129189720 atau 0812103886. Usai melakukan diskusi, menteri yang suka mengikat rambutnya ini, mencoba ayam goreng yang disediakan panitia. "Saya paling suka ayam, di rumah kalau 'gak ada ayam saya pasti minta," katanya sambil berpromosi agar masyarakat tak takut menyantap ayam.
(ir/)











































