Yan Fitri dan Lis sendiri diketahui merupakan saudara. IPW menyebut Yan bertemu dengan Ketua DPW PDIP Suryo Respationo,
"Pertemuan Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri dengan Ketua DPW PDIP dan tim sukses Paslon tertentu di Kedai Kopi BT 10 Tanjungpinang memunculkan berbagai spekulasi tentang ketidaknetralan polisi di Pilkada 2018. Untuk itu Wakapolda perlu menjelaskan pertemuan itu secara transparan agar pilkada di daerah ini berjalan aman tanpa konflik," kata Neta dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Selasa (26/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ini kan Pak Wakapolda ini orang Tanjung Pinang. Beliau ziarah ke makam orang tua beliau. Selesai ziarah itu kebetulan rumah orang tua beliau itu tak jauh dari kedai itu. Sebelum kembali ke Batam, mampirlah beliau, singgah untuk makan sekaligus salat maghrib. Di dalam kedai itu, memang kedai terbuka, ada masyarakat banyak juga. Lalu bertemu dengan tokoh PDIP tersebut," terang Kabid Humas Polda Kepri Kombes Saptono Erlangga.
Erlangga juga mengklarifikasi kabar Yan bertemu Suryo untuk membahas kemenangan pasangan calon walikota dan wakil walikota Tanjung Pinang, Lis Dharmansyah-Maya Suryanti, di Pilkada Serentak 2018. Lis merupakan saudara Yan.
"Kalau disebut tim sukses (Timses Paslon Lis-Maya), saya tidak tahu. Ya ada juga wakil gubernur (Wakil Gubernur Kepri Isdianto). Ketemu tokoh yang saling mengenal (di kedai itu), kan wajar saja salaman, say hallo. Habis itu makan, salat, kembali pulang ke Batam. Tidak ada membahas politik apapun, nggak ada," jelas Erlangga.
Menanggapi isu bertemunya Yan dan Suryo di sebuah kedai kopi di Tanjung Pinang untuk tujuan politis, Erlangga menjawab, "Logika berfikir kita, kalau niat jahat begitu kan pasti kan di tempat-tempat tertutup, yang nggak mau orang lihat, yang terbatas orang."
Erlangga lalu menyimpulkan bertemunya Yan dengan Suryo adalah sebuah kebetulan dan Polda Kepri memposisikan netralitas sebagai harga mati.
"Pertemuannya spontan, tidak ada direncanakan. Ini kan tidak ada niat apa-apa. Bapak Kapolri sudah menginstruksikan netralitas, Bapak Kapolda Kepri juga sudah menginstruksikan netralitas harga mati dalam pemilu, pilkada," tutur Erlangga. (aud/fjp)











































