AHY Soal Koalisi Pilpres 2019: Kabutnya Masih Tebal

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Selasa, 26 Jun 2018 23:17 WIB
Foto: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Nur Indah Fatmawati/detikcom).
Jakarta - Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memprediksi koalisi partai untuk Pilpres 2019 akan terungkap pada menit-menit terakhir pendaftaran calon. Sampai masa itu tiba, koalisi akan diselimuti kabut tebal.

"Saya menduga ini akan menjadi last minutes semuanya. Saya mengatakan, kabutnya tebal. Kita hari ini berharap semakin dekat Agustus semakin terang, ternyata tidak," kata AHY di DPP Demokrat, Jl Proklamasi No 41, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2018).



Menurutnya, ini berakar dari keputusan pemerintah menetapkan presidential threshold (PT) 20 persen. Tentu berat bagi masing-masing partai mengambil keputusan. Pasalnya, setiap parpol memiliki agenda politik masing-masing, tak terkecuali PD.

"Berat atau tidak mudah bagi parpol mana pun untuk membangun koalisi. Mengapa? Karena pastinya semua parpol punya jagoannya, punya kandidat masing-masing. Mereka punya kepentingan, punya agenda politik yang harus mereka wujudkan. Sama, Demokrat juga demikian," ujarnya.

Dia juga mengingatkan, sejak awal PD yang telah mengantongi 10 persen, termasuk yang menentang keputusan PT 20 persen. "Karena menurut kami itu tidak sesuai dengan logika. Bahkan kami mengatakan itu cacat logika," kata dia.



Menurutnya masing-masing parpol pasti memiliki calon andalannya masing-masing dan mengincar posisi sebagai presiden atau wakilnya, dalam koalisi tersebut. Dia menyebut bisa saja terjadi ada ketidakcocokan antara ekspektasi publik yang digambarkan lewat elektabilitas, dengan realitas politik. Mau-tidak mau, pasangan calon harus berpasangan untuk memenuhi PT 20 persen.

"Karena sekali lagi kompleks, setiap parpol punya jagoannya. Kalau berkoalisi antara 3 parpol misalnya, kalau cuma 2 parpol mungkin lebih mudah, 1 dan 2 begitu. Kalau 3 terus yang ketiga dapat apa? Dan lain sebagainya. Itulah dalam konteks politik praktis," tutur AHY.


(nif/rvk)