Pesan 'Menjaga Harapan' Ketum PAN Jelang Pilkada 2018

Pesan 'Menjaga Harapan' Ketum PAN Jelang Pilkada 2018

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 26 Jun 2018 20:51 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan (Foto: Dok MPR)
Jakarta - Pilkada serentak 2018 digelar besok. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan punya pesan 'Perjuangan Menjaga Harapan'.

Pesta demokrasi 5 tahunan untuk 2018 ini melibatkan 171 daerah. Zulkifli menyebut Pilkada 2018 lebih dari sekadar menang atau kalah.
Bagi Zulkifli, ada misi PAN yang bisa diwujudkan melalui Pilkada 2018. Zulkifli ingin PAN menjembatani harapan rakyat yang akan ditumpukan pada pemimpin yang nantinya terpilih di 2018.

"Kerisauan-kerisauan dari palung hati rakyat harus dapat kita selami dan rasakan. Pesta demokrasi ini adalah tugas berat bersama untuk menjemput harapan rakyat," kata Zulkifli, Selasa (26/6/2018).
Berikut ini pesan lengkap 'Perjuangan Menjaga Harapan' Zulkifli Hasan:

Perjuangan Menjaga Harapan

Saudaraku,

Pilkada serentak 2018 sudah menunggu hitungan jam. Perjalanan berkeliling ke berbagai pelosok negeri pun sudah selesai kami lakukan, untuk menyapa saudara-saudara se-Tanah Air yang kami cintai.

Lebih dari sekedar menang dan kalah. Bagi Partai Amanat Nasional (PAN), pemilihan kepala daerah adalah momentum untuk meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa. Partai ini didirikan untuk memperjuangkan keadilan, kebebasan berpendapat, dan kesejahteraan rakyat. Tidak lebih dari itu tujuannya yang telah digariskan oleh para pendahulu kami.

Pilkada ini merupakan waktu berdialog-bersilaturahim yang lebih intensif dengan rakyat. Kerisauan-kerisauan dari palung hati rakyat harus dapat kita selami dan rasakan. Pesta demokrasi ini adalah tugas berat bersama untuk menjemput harapan rakyat.

Saudaraku,

Banyak cerita menggugah yang mungkin terlewatkan. Kisah tentang rakyat seperti tenggelam di tengah besarnya gelombang cerita antara elite yang satu dan elite yang lain. Kisah kebencian antara kelompok satu melawan kelompok lainnya. Hingga, kita terkadang lupa menjadikan demokrasi sebagai panggung milik rakyat. "Demokrasi Kita" harus tumbuh sebagai asa dan harapan untuk rakyat, seperti yang diamanatkan oleh proklamator kita Bung Hatta. Demokrasi harus kembali pulang ke yang empunya, Rakyat Indonesia.

Mungkin sebagian dari kita masih ingat kisah ananda Raeni. Saat menjadi salah satu Wisudawan di Universitas Negeri Semarang Jawa Tengah, raut wajah gembiranya terpancar dari atas becak yang biasa dikendarai oleh Ayahandanya, Bapak Mugiono. Raeni memang hanya anak seorang tukang becak, namun dia mampu menjaga harapannya untuk hidup yang lebih baik dengan segala yang dimilikinya. Saat ini, dia pun sedang menyelesaikan studi S-3 di Birmingham University, Inggris.

Tak kalah menariknya, cerita saudaraku Achmad Zulkarnain (Dzoel), seorang fotografer handal yang terlahir berbeda. Dia tidak memiliki kaki dan tangan. Namun, bakat yang besar mampu membawanya menjadi salah satu orang yang diperhitungkan. Mulai bekerja sebagai penjaga warnet, dia beranikan diri merintis karir fotografi dengan modal kamera yang dibelinya secara kredit. Hingga saat ini, beberapa media internasional pun mengangkat cerita kesuksesannya. Dzoel mengajarkan kita bahwa setiap orang akan menjadi sempurna bila mampu merawat harapan yang ada di dalam diri.

Saudaraku tercinta,

Dalam perjalanan kami berkeliling Indonesia, banyak kami temui orang yang yakin masa depan Indonesia akan lebih baik. Meskipun, kondisi hari ini belum bisa dikatakan mudah bagi kehidupan mereka.

Saya temui banyak cerita seperti Raeni dan Dzoel, yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada yang berhasil memperbaiki kehidupan, namun tidak sedikit pula yang gagal menempuh jalan terjal. Banyak juga yang mimpi-mimpinya layu sebelum berkembang. Namun, ada pula yang mampu berikan yang terbaik sampai detik akhir.

Kepemimpinan yang baik akan senantiasa menjaga harapan orang seperti Raeni dan Dzoel. Melalui Pilkada yang berkualitas, kita wujudkan Indonesia yang menghidupkan harapan. Jangan sampai, pesta demokrasi malah mengubur mimpi anak bangsa.

Saya berharap seluruh Kader PAN ikut menjaga demokrasi yang bermartabat dalam Pilkada 2018 ini. Setiap Kader berkewajiban menjaga harapan publik agar tetap menyala. Setiap kita wajib memberikan pemimpin yang terbaik kepada rakyat Indonesia.

Jangan sampai, kita membiarkan begitu saja kelompok tertentu yang ingin memenangkan pertarungan ini dengan menghalalkan segala cara. Lalu, hak publik untuk kehidupan yang lebih berkualitas derenggut setelah mereka berkuasa.

Lewat kepemimpinan yang baik, kita bisa lahirkan banyak orang seperti Raeni. Lewat kepemimpinan daerah yang berkualitas, saudara kita seperti Dzoel dapat terus menjaga mimpi-mimpinya.

Siapapun yang memenangkan Pilkada dengan cara yang baik dan etis akan menguntungkan seluruh rakyat yang dipimpinnya. Gubernur, Bupati, dan Walikota terpilih nanti tidak lagi milik pendukungnya saja. Setelah dilantik, mereka harus mengemban harapan dari semua rakyat yang dipimpinnya.

Pertarungan ini bukan untuk keserakahan, namun sebuah perjuangan menjaga harapan agar tetap menyala. Jangan khianati rakyat, jangan sakiti Bangsa. Kandidat boleh beda, namun merah putih kita sama.

Zulkifli Hasan
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) (gbr/jbr)