Harlah ke-7, PKB Menanggap Wayang dan Lawak Kirun cs
Sabtu, 23 Jul 2005 02:02 WIB
Jakarta - Tasyakuran hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa berlangsung gayeng. Hari lahir (harlah) PKB ketujuh ini dimeriahkan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dan lawakan Kirun cs. Para tamu pun dibuat ger-geran.Kalau pun ada yang kurang lengkap, itu lantaran tasyakuran ini tak dihadiri pendiri PKB sekaligus tuan rumah acara, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Mantan Presiden yang kini menjadi Ketua Dewan Syuro PKB ini sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusuma (RSCM).Walau tanpa kehadiran yang empunya rumah, acara tetap berlangsung seru. Pertunjukan wayang dengan dalang Anom Suroto ini mampu menyedot warga yang tinggal di sekitar rumah Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.Sampai berita ini dilaporkan sekitar pukul 00.00, Sabtu (23/7/2005), warga yang menonton masih berdatangan. Para tamu undangan pun masih yang bertahan. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDIP Soetardjo Soerjogoeritno alias Mbah Tardjo.Tamu lain yang terlihat, antara lain, adalah Eggi Sudjana dari PBB. Bertindak sebagai tuan rumah adalah iIstri Gus Dur Sinta Nuriyah serta para pengurus DPP PKB, yaitu ketua umum Muhaimin Iskandar dan para jajarannya.Mbah Tardjo adalahsalah satu tamu yang kerap disebut-sebut namanya oleh pelawak. Entah sebagai bahan guyonan, entah sebagai rayuan tersamar. "Sekarang kita diundang Gus Dur, besok lagi kita nunggu undangan Mbah Tardjo," begitu kata Kirun.Di atas panggung Kirun didampingi rekan-rekannya yang sudah dikenal malang-melintang di dunia mengocok perut. Mereka adalah Kirun, Marwoto, Yati Pesek, dan Gogon. Penonton pun terpingkal-pingkal dibuatnya.Ki Anom Suroto pun, yang malam ini membawakan lakon Jumenengan Parikesit, dan sedang break untuk memberikan kesempatan Kirun cs menyegarkan sebagian penonton yang mulai mengantuk, kadang ikut nyaut. Membuat suasana makin geer.Yang juga ger-geran, eh, masih gegeran, adalah suasana di tubuh PKB. Hingga kini PKB yang masih terpecah dalam dua kubu. Kubu Muhaimin, dan kubu Alwi Shihab. Hanya kubu pertama yang tampak hadir di acara ini, kubu kedua tak terlihat.Ketika ditanya kenapa tasyakuran Harlah PKB tidak dimanfaatkan untuk rekonsiliasi, Muhaimin menjawab, "Kita sudah menawarkan rekonsiliasi dan islah. Tetapi mereka selalu minta diselesaikan di pengadilan. Ya, sudah."Menurut Muhaimin, tradisi wayangan sudah dilakukan sejak empat tahun lalu. Hiburan wayang dipilih karena selain sebagai warisan budaya nasional, pertunjukan wayang cukup banyak pesan moral yang layak diteladani. "Diharapkan dengan pertunjukkan wayang ini tidak ada lagi kader-kadar PKB yang menjadi pengkhianat," kata Muhaimin.Eh, Cak Imin ini bisa saja kalau pengin menyindir orang.
(gtp/)











































