Pesawat Garuda GA229 yang ditumpangi Latif seharusnya bertolak dari Adi Sumarmo, Solo pukul 18.50 WIB, Senin malam tadi. Namun penumpang belum juga diminta masuk ke pesawat sampai tiga jam kemudian.
Para penumpang diberi informasi pesawat mengalami keterlambatan lantaran kondisi cuaca. Pada malam tadi, kawasan sekitar bandara Adi Sumarmo diguyur hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya keliling karena saat itu masih suasana liburan banyak anak kecil yang akan ada di ruang tunggu. Dan tidak sedikit ortu membelikan mainan untuk menenangkan hati anak-anaknya sehingga tidak boring di ruang tunggu," sambungnya.
Kemudian penumpang dipersilakan masuk pukul 22.00 WIB. Namun setelah penumpang masuk pesawat, pesawat belum juga menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Pada momen itu, kata Latif, banyak anak kecil di dalam pesawat yang menangis.
"Jam 23.30 mulai anak-anak yang tadinya tidur terlelap bangun dan masih belum berangkat juga dan mulai rewel sehingga mulai ramai para ortu menemui head pramugari untuk menanyakan kondisi tersebut," ujar Latif
"Akhirnya sekitar jam 00.15 baru pesawat berangkat dan kita sampai sekitar jam 01.10 di Bandara Soekarno Hatta," sambungnya.
Latif juga menyatakan Garuda tetap berkomitmen memberikan kompensasi kepada penumpang Rp 300 ribu, sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Masing-masing dapat Rp 300 ribu dari Garuda," ujar Latif. (fjp/van)










































