Takut Flu Burung, Masyarakat Palembang Ogah Beli Daging Ayam

Takut Flu Burung, Masyarakat Palembang Ogah Beli Daging Ayam

- detikNews
Jumat, 22 Jul 2005 23:38 WIB
Palembang - Ketakutan akan wabah flu burung memukul para pedagang ayam potong. Seharian ini,Jumat (22/7/2005), nyaris tidak ada yang membeli ayam potong di pasar-pasar tradisional di Palembang. Sepinya pembeli ini terkait kabar adanya ribuan ayam potong di Jambi yang terkena virus burung. "Entahlah. Sejak pagi tadi hanya satu orang yang membeli jualanku," kata Jafilus, pedagang daging ayam potong di Pasar Lemabang, Ilir Timur II, Palembang.Dugaan Jafilus, penyebab sepinya pembeli itu lantaran adanya pemberitaan di sejumlah media lokal yang menyebutkan ribuan ayam di Jambi terserang flu burung."Mereka mungkin mengira ayam potong yang dijual di Palembang ada yang berasal dari Palembang, padahal hampir semua ayam potong dari Palembang ini lah," kata Jafilus.Kondisi yang sama juga dialami pedagang ayam potong di Pasar Perumnas, Kenten, dan Pasar Kilometer 5 Palembang. "Kalau mau selamat, saat ini jangan dulu jual daging ayam potong," kata Badaruddin, pedagang ayam potong di Pasar Perumnas, Kenten.Untuk diketahui, jarak antara Palembang dengan Jambi sekitar 250 kilometer. Aktifitas ekonomi-seperti perdagangan-antara masyarakat Palembang dan Jambi setiap hari cukup lancar. Perdagangan itu umumnya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari seperti daging ayam, ikan dan sapi.Sementara di sejumlah rumah makan, seusai salat Jumat, mengaku sedikit sekali orang yang memesan daging ayam. "Biasanya kalau makan siang, daging ayam sudah habis. Tapi, saat ini masih banyak. Mungkin soal kabar flu burung menyerang Jambi," kata Yuswari, kasir rumahmakan masakan Padang di Jalan R. Sukamto.Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatra Selatan Fahrurrozi kepada pers (22/7/2005) mengatakan kemungkinan masuknya virus flu burung ke Palembang sangat kecil. Sebab perdagangan komoditi ayam dan telur ayam Sumsel dengan daerah sekitarnyaseperti Jambi, Bengkulu dan Lampung sangat kecil."Produksi ayam dan telor di Sumsel sangat mencukupi kebutuhan di Sumsel, jadi kecil sekali adanya impor dari luar," Fahrurrozi.Namun, kata Fahrurrozi, pihaknya justru mencemaskan soal kandang-kandang peternakan ayam di Sumsel, sehingga perlu dilakukan pengawasan dan pemantauandari Dinas Peternakan. (gtp/)


Berita Terkait