DetikNews
Selasa 26 Juni 2018, 08:12 WIB

Kementerian PUPR Harap Penjambretan Dirjen Tak Ganggu Kinerja

Haris Fadhil - detikNews
Kementerian PUPR Harap Penjambretan Dirjen Tak Ganggu Kinerja Foto: Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanudin dirawat akibat penjambretan
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan peristiwa penjambretan dan kecelakaan yang dialami Dirjen Bina Konstruksi Syarief Burhanudin bakal mempengaruhi kinerja. Alasannya, Dirjen dibutuhkan saat pengambilan kebijakan strategis.

"Inikan kita masih dalam masa programming, pasti ada pengaruh. Tapi, kalau sampai mengganggu kinerja saya belum tahu. Mudah-mudahan sih nggak. Yang jelas mempengaruhi, karena PUPR ini ada sistemnya kita bekerja. Tapi untuk keputusan strategis membutuhkan kehadiran Dirjen," kata Kabiro Humas Kementerian PUPR Endra Saleh Atmawidjaja kepada detikcom, Senin (25/6/2018) malam.


Dia juga menyatakan Syarief merupakan Ketua Komite Keselamatan Konstruksi. Jabatan itu membuat kehadiran Syarief sangat penting dalam mengawal pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Apalagi Dirjen Bina Konstruksi ini kan beliau Ketua Komite Keselamatan Konstruksi, jadi memang perannya strategis untuk mengawal pembangunan insfrastruktur," ucap Endra.

Endra mengatakan operasi Syarief telah selesai. Namun, dia mengaku belum tahu berapa lama proses penyembuhan yang dibutuhkan.

"Saya belum tahu kalau itu (lama proses penyembuhan). Itu harus tanya ke dokter ya, mungkin besok pagi bisa dilihat perkembangan, tapi yang jelas karena itu patah harus dipasang pen. Saya nggak tau kalau berapa lama, harus ditanya ke dokter," ujarnya.


Sebelumnya, peristiwa penjambretan itu terjadi pada Minggu (24/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi penjambretan disebutkan terjadi di sekitar Museum Fatahilah, Kota Tua, Jakarta Barat.

Sempat terjadi tarik-menarik tas antara korban dengan pelaku. Korban akhirnya terjatuh dari atas sepeda.

"Korban berusaha mempertahankan tas pinggangnya dengan cara memegang tangan pelaku, sehingga korban hilang keseimbangan dan terjatuh," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (25/6).
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed