DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 23:31 WIB

Kepolisian Guatemala Tangkap 13 Pelaku Terkait Jaringan Loly Candy's

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kepolisian Guatemala Tangkap 13 Pelaku Terkait Jaringan Loly Candys Foto: Kanavino/detikcom
Jakarta - Sejumlah negara melakukan perburuan terhadap pelaku penyebaran pornografi anak yang tergabung dalam jaringan Loly Candy's. Kepolisian Guatemala salah satunya, berhasil menangkap 13 pelaku.

Kasus pornografi anak yang pernah diungkap oleh tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini dilaporkan ke pihak Federal Bureau of Investigation (FBI), mengingat member dari grup Loly Candy's ini tersebar di 63 negara.

"Dari hasil kerja sama tersebut telah dilakukan operasi kepolisian secara serentak di 23 negara dan yang sudah berhasil melakukan penangkapan di antaranya El-Salvador, Chile, dan beberapa hari yang lalu oleh Kepolisian Guatemala dengan menangkap 13 orang tersangka hasil dari pengembangan kasus Loly Candy Facebook yang diungkap oleh Polda Metro Jaya ini," jelas Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan dalam keterangan kepada detikcom, Senin (25/6/2018).


Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meminta bantuan melalui major cyber crimes unit (MCCU) FBI ini pada 2017 lalu. Di mana saat itu Polri menjadi negara anggota satuan tugas violent crimes against children international task force (VCACITF).

Hal ini dilakukan guna memudahkan koordinasi ke negara-negara yang diduga menjadi lokasi keberadaan para pelaku. Sementara MCCU FBI diminta untuk mengkoordinasikan ke Facebook dan WhatsApp terkait data-data yang diperoleh kepolisian tersebut.

Kepolisian Guatemala, Meksiko, Chile, El-Savador dan Paraguay mengadakan operasi untuk menindak lanjuti informasi dari Polri yang telah lebih dahulu mengungkap kasus tersebut.



"Yang sudah berhasil melakukan operasi adalah Guatemala di mana dari 17 data pelaku ditangkap 13 (orang), El-Salvador dari 10 data pelaku ditangkap 2 (orang) dan Chile, Paraguay dan Argentina telah menangkap 1 pelaku," ujarnya.

Jaringan Loly Candy's ini memiliki sekitar 200 member yang tersebar di 63 negara, termasuk Indonesia salah satunya. Mereka mendistribusikan konten foto dan video porno melibatkan anak di bawah umur melalui grup WhatsApp ataupun Telegram messages.

"Ditemukan ada 40 grup dan channel dengan anggota per grup atau channel berkisar 200 anggota dari 63 negara (berdasarkan kode nomor telepon yang dipergunakan)," tutur Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu.

Tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sendiri telah berhasil menangkap 5 tersangka yang mendistribusikan konten pornografi anak melalui akun grup private Facebook 'Official Loly Candy's' pada 2017 lalu. Kelimanya adalah W alias Snorlax (27), DS alias Illu Inaya (24), DF alias T-key (17) dan SHDT (16) dan AAJ (21).

Beberapa dari kelimanya telah diadili. Grup Facebook private itu senditi dibuat sejak September 2016 lalu dan pernah memiliki 7.479 anggota di dalamnya.

Kasus tersebut terus berkembang. Polisi kemudian menangkap salah satu pelaku berinisial WH yang menggunakan nama akun FB williamfernando886.

"Dari hasil pemeriksaan diakui oleh tersangka WH bahwa benar sejak 2016 yang bersangkutan bergabung ke grup Official Loly Candy. Kemudian keluar grup karena mengetahui bahwa admin tertangkap," ucap Roberto.

WH ditangkap pada Rabu 20 Juni 2018 lalu di Kedaung wetan, RT 001/001 Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Selain WH, polisi juga menangkap AD dan dan IW.
(mei/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed