DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 18:52 WIB

Mengaku Polisi dan Bawa Airsoft Gun, Sekuriti di Bekasi Diciduk

Isal Mawardi - detikNews
Mengaku Polisi dan Bawa Airsoft Gun, Sekuriti di Bekasi Diciduk Foto: Isal Mawardi/detikcom
Bekasi - Muhammad Tessar (23) ditangkap polisi di kawasan Bekasi Barat, Kota Bekasi, karena membawa airsoft gun. Tessar bahkan mengenakan kaus polisi dan celana PDL saat ditangkap itu.

"Pelaku mengaku sebagai anggota Polri, ditangkap di salah satu wilayah Bintara. Setelah ditanya-tanya, dia mengaku liting 38, Polda Metro Jaya, ditanya siapa nama Pak Kapolda dan sebagainya, (pelaku) tidak bisa menjawab. Kemudian dilakukan penggeledahan didapati senpi airsoft gun," kata Kapolsek Bekasi Kota Kompol Parjana kepada wartawan di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Kranji, Kota Bekasi, Senin (25/6/2018).

Tessar ditangkap polisi di depan ATM Bank BNI Perum Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu (23/6) sekitar pukul 21.30 WIB. Dari tersangka, polisi menyita airsoft gun berikut gotri dan celana PDL serta kaus polisi berlogo Tribrata.

"Saat pemeriksaan (alasannya) bercita-cita ingin menjadi polisi. Kebetulan saat ini dia bekerja sebagai sekuriti di salah satu perusahaan outsourcing di Kranji, jasa pengamanan," katanya.

Airsoft gun yang dibawa polisi gadunganAirsoft gun yang dibawa polisi gadungan (Isal Mawardi/detikcom)


Sejauh ini polisi memang belum menerima laporan dari warga, apakah tersangka melakukan kejahatan, seperti pemerasan dengan pengakuannya sebagai anggota polisi tersebut. "Memang belum mengancam, karena saat ditanya-tanya dia mencurigakan, pas diperiksa dia tidak mengenal litingnya dan pejabat di lingkungan Polda Metro Jaya," tuturnya.

Tersangka mengaku membeli airsoft gun itu seharga Rp 2 juta. Polisi saat ini masih mendalami dari mana dia membeli airsoft gun tersebut.

"(Alasannya) untuk gagah-gagahan saja, dia mengaku sebagai polisi dan pakai seragam celana polisi, kaus polisi. Tampangnya memang meyakinkan jadi anggota polisi," lanjutnya.

Karena cita-citanya itu, tersangka juga pernah mendaftar sebagai polisi. "Dia pernah mendaftar sebagai polisi cuma gagal. Saya nggak tahu dia gagal berapa kali," imbuhnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed