DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 18:15 WIB

Fadli Bantah Kritik Prabowo Demi Menang Pilkada: Ini Keprihatinan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Fadli Bantah Kritik Prabowo Demi Menang Pilkada: Ini Keprihatinan Foto: Ketum Gerindra Prabowo Subianto. (Grandyos Zafna/detikcom).
Jakarta - PDIP menyebut kritik yang dilontarkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto soal utang Indonesia sebagai upaya untuk membantu memenangkan Pilkada Serentak 2018. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan itu.

Fadli mengatakan, kritik ketua umumnya kepada pemerintah bukanlah hal yang baru. Selama ini, Prabowo terus menyampaikan keprihatinannya atas kondisi bangsa dan negara Indonesia.

"Pak Prabowo kan dari dulu selalu menyampaikan hal ini bukan baru, jadi sudah bertahun-tahun menyampaikan hal ini. Jadi tidak ada yang baru kecuali datanya yang baru. Tapi menyampaikan concern keprihatinan ini sudah lama sekali. Jadi saya kira tuduhan itu tidak tepat," kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2018).


Fadli juga mengatakan, bahkan sebelum Partai Gerindra didirikan, Prabowo tak pernah lelah mengkritik pemerintah.

"Ini sudah sejak lama. Bahkan sejak sebelum Gerindra berdiri pun pak Prabowo sudah membuat buku tentang ini sudah mengkritisi. Dengan parpol yang ada, Gerindra, ya kami membawa pikiran-pikiran beliau," ujar Fadli.

Wakil Ketua DPR itu juga sepakat dengan pernyataan Prabowo yang menyebut utang Indonesia sudah sangat membahayakan. Fadli khawatir utang yang terus membebani negara itu akan berimbas pada rontoknya ekonomi negara.

"Banyak negara rontok ekonominya pada umumnya karena utang. Lihat saja Yunani, Argentina, dan negara lain yang mengalami krisis karena utang. Kita pun 20 tahun lalu ketika ada krisis 97-98 itu kan juga persoalannya karena utang," kata dia.

"Karena ada sektor swasta waktu itu yang meminjam dana untuk investasi jangka pendek tapi oleh dia diinvestasikan jangka panjang sehingga ketika waktu pembayarannya difault. Itu yang terjadi. Dan ketika difault ini merembet kepada krisisi moneter, krisis ekonomi, krisis sosial politik," lanjut Fadli.


Sebelumnya, Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menanggapi kritik Prabowo atas utang Indonesia saat ini yang telah mencapai hampir Rp 9.000 triliun. Eva menyebut, sama seperti Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serangan itu adalah upaya Prabowo untuk membantu memenangkan Pilkada.

"Seperti juga Pak SBY, Pak Prabowo sedang menyerang pemerintah untuk membantu memenangkan pilkada-pilkada. Kan lusa coblosan? Semua orientasinya pilpres sih. Jadi kalau calon-calonnya menang bisa untuk investasi politik," kata Eva kepada detikcom, Senin (25/6/2018).

Eva mengatakan, jika Pilkada dimenangkan oposisi, maka hal itu akan berimbas pada Pilpres 2019. Ia yakin serangan-serangan yang dilontarkan Prabowo akan berhenti usai perhelatan Pilkada.

"Habis Pilkada kayaknya mereda, sebelum kemudian digenjot kembali untuk Pilpres," ujarnya.
(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed