Pesawat Bronco Menghujam 3 Meter ke Dalam Tanah

Pesawat Bronco Menghujam 3 Meter ke Dalam Tanah

- detikNews
Jumat, 22 Jul 2005 17:48 WIB
Malang - Pesawat OV-10F Bronco milik TNI AU yang jatuh di Malang rusak parah. Bagian depan pesawat tempur berawak dua orang itu menghujam tanah sedalam tiga meter. Pesawat bercat biru muda ini jatuh di atas bukit di Gunung Limas, Desa Nagrek Sari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Pesawat ini pertama kali ditemukan oleh tim pencari yang dibentuk Lanud Abdurrahman Saleh sekitar pukul 12.00 WIB, Jumat (22/7/2005) (bukan pukul 14.00 WIB, Red). Pemantauan detikcom di lokasi jatuhnya pesawat tersebut, bagian depan pesawat itu menghujam ke dalam tanah sedalam tiga meter, sementara bagian ekornya masih utuh. Badan pesawat juga utuh, meski mengalami kerusakan. Namun, dua sayapnya hancur lebur. Di bagian ekor pesawat itu masih tampak jelas tertulis nomor penerbangan pesawat ini, TT 1011. Kepingan sayap pesawat juga berserakan beberapa meter dari badan pesawat. Hingga pukul 17.20 WIB, proses evakuasi pesawat ini masih berlangsung. Tim SAR, Paskhas TNI AU, dan masyarakat setempat bahu membahu mengevakuasi bangkai pesawat ini. Untuk memindahkan pesawat dari bukit itu, para petugas evakuasi memotong-motong pesawat menjadi berbagai bagian. Pemotongan bangkai pesawat ini menggunakan gergaji. Setelah itu, tim evakuasi dan masyarakat setempat menariknya beramai-ramai menggunakan tali. Evakuasi ini dilakukan mulai pukul 14.00 WIB. Sebelum kedatangan Regu Evakuasi yang mengalami kecelakaan saat truk yang membawa mereka terbalik di Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Regu Evakuasi gelombang pertama telah diberangkatkan ke lokasi terlebih dulu. Pesawat itu jatuh di bukit yang hanya tertanami rumput. Namun, sekeliling tempat itu terdapat banyak pohon. Untuk menuju lokasi ini, tim evakuasi harus berjalan kaki selama dua jam dari Desa Gading Kembar. Jalan menuju lokasi jatuhnya pesawat itu tidak bisa dilalui kendaraan. Jalan sempit dan dikelilingi jurang yang curam. Pesawat tempur ini dinyatakan hilang oleh Lanud Abdurrahman Saleh pada Kamis (21/7/2005). Pesawat ini diawaki oleh Mayor (Pnb) Robi dan Lettu (Pnb) Harcus. Keduanya mengalami naas saat menggelar latihan rutin 'Garuda Perkasa'. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads