DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 16:34 WIB

Sekuat Apa Duet Anies-Aher?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sekuat Apa Duet Anies-Aher? Foto: Anies-Aher didorong PKS maju Pilpres 2019
Jakarta -

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mendorong duet Anies Baswedan-Ahmad Heryawan untuk Pilpres 2019. Seberapa kuat pasangan 'AA' ini?

"Kalau Anies Baswedan sering disurvei, dan hasilnya masih kecil, sekitar 2-3 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari kepada wartawan, Senin (25/6/2018).

Menurut Qodari, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu di tangga survei capres tidak begitu tinggi. Berada pada level Gatot Nurmantyo atau Agus Harimurti Yudhoyono.

"Kadang posisi di atas, kadang di bawah dua nama itu. Tentu tidak mengherankan karena memang elektabilitas mereka bertiga masih relatif kecil dan di margin of error," kata Qodari.


Lantas bagaimana dengan posisi Ahmad Heryawan sebagai cawapres?

"Kalau Aher juga cukup sering disurvei sebagai calon wakil presiden, pertama karena dia salah satu dari sembilan nama yang dipertimbangkan PKS. Kedua dia dipertimbangkan serius karena dia Gubernur Jawa Barat dan notabene jumlah pemilihnya sangat besar," ungkap Qodari.

"Tapi kalau pasangan mereka berdua jarang ya, di Indo Barometer itu juga belum ada. Yang ada kalau tak salah Anies dipasangkan dengan AHY, Aher biasanya dipasangkan sebagai cawapresnya Prabowo," lanjutnya.


Lalu bagaimana kans duet Anies-Aher ini di mata peneliti senior seperti Qodari?

"Sebagai sebuah pasangan, ini tentunya menarik ya, karena relatif sama-sama masih muda. Yang kedua, sama-sama kepala daerah, satu DKI yang eksposurnya nasional. Kedua, Aher yang punya basis di Jabar. Tapi persoalannya ada di parpol karena sampai sejauh ini yang memasangkan AA ini cuma PKS dan PKS tidak bisa mengajukan sendirian dan di situlah masalah terbesarnya," kata Qodari.

Ia memandang saat ini sudah ada tiga kubu menuju pilpres. Pertama kubu Jokowi, diikuti kubu Prabowo dan nonblok.

"Kubu pertama jelas Jokowi capresnya, kubu kedua ada Gerindra dan PAN, nah yang nonblok masih ada PKB dan PD yang punya jago-jago sendiri. PKB punya Muhaimin Iskandar dan PD punya AHY. Jadi kalau bicara kemungkinan politik, lebih mungkin AHY-Aher atau Muhaimin-Aher. Kalau Anies-Aher rasanya sulit karena dari mana kursinya. Pilpres jangan disamakan pilkada. Parpol tak gampang ngasih tiket ke orang lain seperti di pilkada," pungkasnya.


(van/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed