Jakarta dan Sekitarnya Diguyur Hujan Semalaman, Ini Penjelasan BMKG

Jakarta dan Sekitarnya Diguyur Hujan Semalaman, Ini Penjelasan BMKG

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 25 Jun 2018 13:58 WIB
Jakarta dan Sekitarnya Diguyur Hujan Semalaman, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi hujan. Foto: thinkstock
Jakarta - Sejumlah wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan semalaman. Padahal saat ini masih musim kemarau.

"Kondisi cuaca seperti ini dipicu oleh adanya indikasi aktifnya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang masuk ke wil Indonesia bag Barat dan Tengah, daerah belokan angin dan daerah perlambatan angin sehingga meningkatkan supply uap air yang berkontribusi terhadap pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," ujar Kabag Humas BMKG Harry Tirto Djatmiko saat dikonfirmasi detikcom, Senin (25/6/2018).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi seperti ini diperkirakan Harry akan terjadi hingga awal Juli 2018. Menurut keterangan Harry, kondisi seperti ini pun bukan hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya.

"Kondisi cuaca signifikan beberapa hari ini di sejumlah wilayah, selain pengaruh dinamika cuaca lokal, meningkatnya aktivitas cuaca juga didukung oleh indikasi aktifnya aliran massa udara basah lebih dikenal dengan fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO) atau fenomena gelombang atmosfer tropis yang merambat ke arah Timur dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah," papar Harry.

MJO, kata Harry, memiliki siklus perambatan antara 30 sampai 90 hari. Saat ini fase basah MJO terjadi di Indonesia bagian barat.

"Sehingga memberikan pengaruh dalam meningkatkan supply uap air yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Barat hingga Tengah," kata Harry.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Perlu diantisipasi dampak dari fenomena alam ini seperti banjir hingga tanah longsor.

"Pada saat musim kemarau, hujan dapat dimungkinkan terjadi jika kondisi atmosfer terpenuhi antara lain supply uap airnya, kelembapan udara yang relatif masih tinggi," ungkap Harry. (bag/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads