PT KA Daop II Diduga Mark Up Dana Rp 4,3 M untuk KAA

PT KA Daop II Diduga Mark Up Dana Rp 4,3 M untuk KAA

- detikNews
Jumat, 22 Jul 2005 16:54 WIB
Bandung - Nostalgia Konferensi Asia Afrika (KAA) sudah lama berlalu. Tapi bau korupsinya baru tercium.Kejati Jabar tengah menyelidiki dugaan mark up rehabilitasi PT KA Daop II Bandung sebesar 4,3 miliar. Dana ini berasal dari Pemprov Jabar untuk perbaikan sejumlah fasilitas untuk persiapan Konferensi Asia Afrika ke-50 pada April 2005 di Bandung.Saat ini barang bukti data mengenai laporan keuangan proyek tersebut tengah dipelajari oleh tim penyidik Kejati Jabar. "Penyelidikan baru berjalan satu minggu. Beberapa barang bukti tengah dipelajari," ungkap Kepala Kejati Jabar Halius Hosen.Halius menyatakan hal itu di gedung Kejati Jabar, Jalan RE Martadinata, Bandung, Jumat (22/7/2005). Menurutnya, beberapa hal yang janggal menyangkut proyek rehabilitasi terkait dengan ketidakjelasan aliran dana proyek tersebut.Kejati Jabar belum memutuskan siapa tersangka terkait kasus dugaan kasus mark up dana Rp 4,3 miliar tersebut. Saksi-saksi juga belum diperiksa."Masih terlalu dini menyebutkan tersangkanya. Penyelidikan masih berlangsung," ungkapnya.Menjelang peringatan KAA 50 tahun di Bandung, PT Kereta Api telah menyiapkan 2 rangkaian kereta luar biasa untuk mengangkut para delegasi dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Stasiun Bandung.Kereta luar biasa ini terdiri dari 9 kereta kelas eksekutif dengan model tempat duduk yang dirancang secara khusus baik dari sisi kenyamanan maupun keamanannya. KA ini benar-benar eksklusif dan tampak wah. Selain itu, PT KA juga mempercantik 18 stasiun lainnya sepanjang Jakarta menuju Bandung.Di Stasiun Bandung, pemermakan ini terlihat jelas. Lantai diganti dengan keramik baru. Area parkir dicat ulang. Pagar-pagar pembatas dan rel-rel baru dipasang ulang.Namun sayang, H-1 peringatan KAA 50 tahun di Bandung, KA diputuskan tidak akan digunakan untuk mengangkut para delegasi KAA. (nrl/)


Berita Terkait