DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 10:48 WIB

Jak Angel Diduga Dibunuh, Keluarga Desak Polisi Autopsi Jenazah

Mei Amelia R - detikNews
Jak Angel Diduga Dibunuh, Keluarga Desak Polisi Autopsi Jenazah Foto: dok. Istimewa
FOKUS BERITA: Kematian Jak Angel
Jakarta - Sela Ramdona (23) diduga meninggal tidak wajar usai menonton pertandingan sepakbola Persija vs Singapura pada 24 April 2018 lalu. Keluarga menduga Jak Angel itu dibunuh dan mendesak polisi agar dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Warga Cengkareng, Jakarta Barat itu pada 24 April 2018 malam lalu pamit untuk nonton bareng bersama teman-temannya, di sebuah kafe di kawasan Kebayoran Lama, Jaksel. Keluarga mengetahuinya, korban pergi bersama pacarnya MNT alias T.

"Pamit ke keluarga bahwa mau nonton bareng, karena cowoknya ini sudah akrab dengan keluarga korban. Akhirnya dari situ dia bareng dengan anak Persija Kalideres ke Kebayoran Lama," kata pengacara keluarga, Dennis Wibowo saat dihubungi detikcom, Senin (25/6/2018).

Selesai nonton bareng, Sela bersama T dan teman-temannya pergi jalan ke kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada tanggal 25 April dini hari. Keluarga kemudian mendapat kabar dari T bahwa Sela mengalami kecelakaan dan meninggal.

"Terus keluarga pihak korban ditelepon terduga T bahwa anaknya meninggal kecelakaan, karena kepalanya pecah akibat kecelakaan tersebut dan jenazahnya ada di RS Suyoto, Bintaro," katanya.


Keluarga kemudian datang ke rumah sakit untuk mengecek jenazah korban. Anehnya, saat itu T melarang keluarga untuk melihat jenazah korban dengan alasan kondisi korban luka mengenaskan di bagian kepalanya.

"Terduga pelaku alasannya kepala pecah, karena kelindes truk. Bapak ibunya percaya terus pulang, dari situ jenazah diantar ke rumah korban," ungkapnya.

Kebohongan T terkuak setelah jenazah tiba di rumahnya dan dimandikan. Menurut saksi yang memandikan jenazah korban, tidak ada luka parah pada tubuh korban seperti yang digambarkan oleh T.

"Setelah dicek, saat dimandikan itu luka tidak ada, yang ada hanya luka lebam di bagian lingkaran mata dan kepala belakang agak kena benturan, agak robek," lanjutnya.

Bahkan, tiga hari setelah jenazah dimakamkan, T membuat pengakuan ke keluarga korban. T mengaku bahwa korban sebenarnya tidak meninggal karena terlindas truk, melainkan jatuh setelah meloncat dari motor usai cekcok dengannya.

Dari situ, keluarga menduga ada indikasi pembunuhan di balik kematian korban ini. Keluarga mencurigai T terlibat dalam kematian korban ini.

"Iya dugaannya ke situ (pembunuhan), karena ada pengakuan T sendiri yang berubah-ubah dan diperkuat lagi ada cekcok sebelum meninggal serta saksi yang memandikan jenazah itu ada lebam di bagian mata," tuturnya.

Setelah itu, pihak keluarga melaporkan kematian korban ini ke aparat polisi. Hanya saja, sampai saat ini polisi belum melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Dari pihak keluarga ingin proses autopsi cepat, cuma polisi proses dulu dalam artian dipanggil saksi-saksi, baru proses autopsi. Sampai saat ini belum juga ada kelanjutannya seperti apa, sehingga keluarga hari ini mendatangi Polres Jaksel untuk mendesak agar dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," paparnya.



Saksikan juga video 'Tragis! Sehari Usai Prewedding, Wanita Ini Dibunuh Kekasihnya':

[Gambas:Video 20detik]


(mei/bpn)
FOKUS BERITA: Kematian Jak Angel
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed