DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 07:11 WIB

Soal Aparat Tak Netral, Bawaslu: Kami Tunggu Laporan Pak SBY

Jabbar Ramdhani - detikNews
Soal Aparat Tak Netral, Bawaslu: Kami Tunggu Laporan Pak SBY Kantor Bawaslu (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut ada oknum TNI, Polri, dan BIN yang diduga tidak netral dalam pilkada serentak. Bawaslu menyatakan menunggu laporan dari SBY terkait masalah netralitas aparat tersebut.

"Kami tunggu laporannya dari Pak SBY," kata anggota Bawaslu RI, Rahmad Bagja, lewat pesan singkat, Minggu (24/6/2018) malam.


Rahmad mengatakan sejauh ini ada dua laporan terkait netralitas aparat. Dua kasus tersebut terjadi di Maluku. Namun, dia tak merinci soal dua kasus ini.

Soal Aparat Tak Netral, Bawaslu: Kami Tunggu Laporan Pak SBYAnggota Bawaslu RI Rahmat Bagja (Foto: Zunita-detikcom)

"Ada (kasus netralitas) yang di Maluku, Wakapolda (Maluku). Dan ada satu yang lain. Sama, keterlibatan pengurus desa dan polisi. (Di) Maluku juga," ujar Rahmad.


Terkait kasus yang disebut Rahmad, Wakapolda Maluku Brigjen Hasanuddin memang dimutasi dari jabatannya. Namun saat itu Polri belum menjelaskan alasan mutasi tersebut. Mutasi Brigjen Hasanuddin ini tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) bernomor: ST/1535/VI/Kep/2018 tanggal 20 Juni 2018. Posisi Hasanuddin digantikan oleh Brigjen A Wiyagus yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Terlepas dari hal itu, sebelumnya SBY menuding ada oknum BIN-Polri-TNI tidak netral. SBY menyatakan tudingan yang disampaikannya itu bukan isapan jempol semata. Dia mengatakan ada oknum-oknum aparat yang memperlihatkan ketidaknetralannya.


"Yang saya sampaikan ini cerita tentang ketidaknetralan elemen atau oknum dari BIN, Polri, dan TNI. Itu ada nyatanya, ada kejadiannya, bukan hoax, sekali lagi ini oknum, namanya organisasi Badan Intelijen Negara atau BIN, Polri, dan TNI itu baik," ujar SBY saat konferensi pers di Hotel Santika, Bogor, Sabtu (23/6).

Menanggapi hal ini, KPU mengatakan yang diucapkan SBY merupakan peringatan biasa. Ketua KPU RI, Arief Budiman, tidak begitu khawatirkan TNI, Polri, dan BIN tidak netral. Hal ini karena ada kesepakatan bersama.


Saksikan juga video 'Tanggapan Sandi Terkait Sanggahan Demokrat soal SBY':

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed