DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 20:10 WIB

Mereka Jawab Tudingan SBY Tentang Aparat Tak Netral

Rivki - detikNews
Mereka Jawab Tudingan SBY Tentang Aparat Tak Netral Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuding BIN-Polri-TNI tidak netral. Tudingan SBY pun direspons oleh aparat dan meminta SBY untuk membuktikan tudingan itu.

Dirangkum detikcom, Sabtu (24/6/2018), SBY menyampaikan tudingan itu sebelum kampanye pasangan yang diusung PD di Pilgub Jawab, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, digelar. SBY menyatakan tudingan yang disampaikannya itu bukan isapan jempol semata. Dia mengatakan ada oknum-oknum aparat yang memperlihatkan ketidaknetralannya.



"Yang saya sampaikan ini cerita tentang ketidaknetralan elemen atau oknum dari BIN, Polri, dan TNI. Itu ada nyatanya, ada kejadiannya, bukan hoax, sekali lagi ini oknum, namanya organisasi Badan Intelijen Negara atau BIN, Polri, dan TNI itu baik," ucap SBY.

"Mungkin rakyat tidak berani menyampaikan hal-hal yang menurut mereka kok begini, kasar sekali, kok terang-terangan, biarlah saya SBY, warga negara biasa, penduduk Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bicara. Kalau pernyataan saya ini membuat intelijen dan kepolisian kita tidak nyaman dan ingin menciduk saya, silakan," sambung SBY.

Atas tuduhan itu, Polri menegaskan anggotanya netral di Pilkada. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah memberi arahan tegas netralitas anggota Polri.

"Kapolri tidak segan untuk menindak anggota yang tidak netral," ujar Iqbal.



Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto, meminta SBY melapor agar tudingannya tidak sekadar isu belaka. Wawan memastikan BIN pun diawasi oleh banyak instrumen, baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, ada inspektorat dan atasan penegak hukum yang tidak segan memproses anggota BIN yang tidak netral dalam pilkada.

"Kalau misalnya kita sampaikan seperti ini tanpa ada proses yang dilalui seperti Bawaslu atau mekanisme Panwas, akhirnya menjadi isu saja, jadi tidak secara faktual tidak dilakukan laporan," kata Wawan.



Senada dengan Polri dan BIN, TNI juga memastikan pihaknya tetap netral di Pilkada. Kapuspen TNI Mayjen M Sabrar Fadhillah, memastikan akan menindak tegas oknum TNI jika terbukti tak netral selama Pilkada.

"Saya kira, kita sikap TNI jelas, TNI netral, kalau ada yang melanggar tentu akan ada tindakan tegas tapi kita perlu data," ujar Sabrar.

Lalu bagaimana tanggapan Istana? Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, soal netralitas aparat di Pilkada biarlah dinilai rakyat. Dia mengajak agar semua elemen di Indonesia saling menghargai, termasuk menghargai aparat yang menjaga Pilkada serentak 2018. Bila semua saling menghargai, lanjut Ngabalin, maka Pilkada bakal sukses.

"Siapapun, para politisi dari partai mana dan siapapun Anda, jangan menjadi pengadilan dengan kehendaknya sendiri. Sabar dan tetap teduh, wahai para tokoh," kata Ngabalin.
(rvk/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed