Stres, Gadis Australia 2X Coba Bunuh Diri di Sel Polda Bali
Jumat, 22 Jul 2005 15:57 WIB
Denpasar - Salah seorang dari sembilan orang tersangka heroin asal Australia, yaitu Lawrence Renae, mencoba bunuh diri menggores tangan kirinya menggunakan silet di dalam tahanan Polda Bali. Renea melakukan aksi nekat itu karena stres.Aksi percobaan bunuh diri kali ini merupakan yang kedua kalinya bagi gadis Australia ini. Aksi nekat ini dilakukan di dalam tahanan Polda Bali Jalan Wr Supratman, Denpasar, Sabtu lalu (16/7/2005). Namunaksi yang kedua ini pun gagal."Memang jiwanya tidak stabil. Ada ketidakstabilan emosi dari yang bersangkutan," kata Kapolda Bali Irjen Polisi Made Mangku Pastika kepada wartawan usai menghadiri sebuah acara di kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Jumat (22/7/2005).Pastika mengatakan, pihaknya telah melakukan penjagaan yang lebih ketat terhadap Renae dan delapan orang temannya yang tertangkap dalam kasus yang sama."Penjagaan harus diperketat. Yang bersangkutan diperhatikan lagi. Saya telah menugasi seorang psikolog untuk melakukan pendampingan agar tidak terulang lagi," katanya.Polisi tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap dari mana Renae memperoleh silet tersebut. Namun, Pastika menduga Renae mencoba bunuh diri dengan mengunakan silet bekas dari alat cukur jenggot. "Kelihatannya dari situ," tegasnya.Renae bersama empat orang rekannya tertangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, ketika hendak menyelundupkan 11,25 kg heroin ke Australia. Sementara empat orang lainnya tertangkap di Hotel Melasti, Kuta,Bali.
(nrl/)










































